Sebanyak 75 Persen Kursi UIII untuk Mahasiswa Asing, Mengapa?

Sebanyak 75 Persen Kursi UIII untuk Mahasiswa Asing, Mengapa?

“UIII hanya membuka program pasca sarjana S2 dan S3. Diutamakan 75 persen mahasiswa asing dan untuk mahasiswa dalam negeri itu 25 persen,” jelas Biro Humas, Data dan Informasi Kementerian Agama (Kemenag), Mastuki, saat dihubungi JawaPos.com, Minggu, (21/1).

Komposisi tersebut, terang Mastuki, dimaksudkan untuk mempromosikan pengembangan kajian Islam di Indonesia ke dunia internasional.

Menurut Mastuki, identitas UIII itu harus sesuai dengan karakter perguruan tinggi internasional, research university dan Islam Indonesia. “Kurikulumnya akan disusun oleh tim yang kebetulan ditangani langsung oleh beberapa dosen Universitas UIN Jakarta,” tutur Mastuki.

Ia membocorkan beberapa jurusan yang dikembangkan itu antara lain kajian Islam, humaniora. Intinya, yang ditekankan di kurikulum memperkenalkan wajah Islam Indonesia.

“Mahasiswa asing kita buka untuk seluruh dunia dan ada beasiswanya. Kita akan membuka beasiswa di tahap awal, memang tidak 100 persen karena kesiapan anggaran kita,” tambahnya.

Kemenag menyalurkan beasiswa untuk menarik mahasiswa dalam mengkaji Islam di Indonesia. Dengan strategi, menyiapkan investasi berupa beasiswa.

Kajian Islam yang dimaksud lebih kepada pendekatan multi disipliner. Jadi lintas bidang ilmu jadi kajian pendekatan budaya dan sosial, bahkan pendekatan ekonomi dan politik tentang Islam.

Meski kajian Timur Tengah, Mastuki menjelaskan bisa diikuti oleh agama apa saja karena disiplin ilmu Islam Indonesia ini sebuah kajian.

“Tidak mesti mahasiswanya harus Islam. Seperti mahasiswa Islam belajar apa saja di luar negeri tidak ada masalah,” katanya.


(rgm/JPC)