Kepala BPBD Kota Denpasar IB Joni Ariwibawa saat dikonfirmasi mengatakan, semakin banyaknya pengungsi yang kembali merupakan fenomena Gunung Agung yang sudah terjadi saat ini. Dengan erupsi dengan intensitas tinggi yang menyebabkan gunung agung sudah kembali dinaikan ke level awas. Jumlah tersebut kata Joni keseluruhan warga yang masih berada di KRB III.

Saat ini kata Joni, berdasarkan data BPBD Kota Denpasar untuk Posko Sekretariat Tarung Derajat, Banjar Kesambi, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur sebanyak 172 orang. Posko Jalan Gurita sebanyak 128 orang. Posko Danau Tempe sebanyak 187 orang dan Posko Induk Gor Kompyang Sujana sebanyak 105 orang. Namun untuk pengungai mandiri kata Joni, masih dilakukan pendataan karena warga yang mengungsi terus bertambah.

Selain ada warga KRB yang lama dan sudah sempat mengungsi ke Denpasar, Kata Joni, Sebagian merupakan warga KRB yang baru mengungsi ke Denpasar. “Ini masih akan ada penambahan lagi. Makanya pengungsi yang mandiri masih terus di data. Apalagi dengan aktivitas gunung agung semakin tinggi,” kata mantan Camat Denbar ini.

Menurutnya, dengan kembalinya pengungsi ke Denpasar, pihaknya kembali menyiapkan logistik dari dana pemerintah, dan untuk tunjangan kesehatan yang akan terus intensif mengecek kesehatan para pengungsi yang saat ini tengah berada di posko-posko di Denpasar. “Kami untuk logistik sudah dipersiapkan. Namun, kami tetap juga mengharapkan uluran tangan dari masyarakat untuk membantu saudara-saudara kita ini. Sementara untuk kesehatan kami sudah lakukan komunikasi dan disiapkan dari Puskesmas yang dekat dengab posko,” jelasnya.

Selain sudah menyiapkan posko di 4 titik kata Joni, pihaknya juga menyiapkan di Pasar Serangan jika nantinya terjadi lonjakan pengungsi karena Aktivitas Gunung Agung. Karena saat ini Gunung Agung yang sudah mengalami letusan Magmatik tentu akan menimbulkan letusan lebih besar lagi dari yang saat ini terjadi. “Kami sudah siapkan juga di beberapa tirik salah satunya di pasar serangan ubtuk antisipasi lonjakan pengungsi,” tandasnya.

Seedangkan, ketika dikonfirmasi terkait kesiapan logistic pihaknya mengaku belum ada kendala yang berarti. Sejauh ini, untuk penanganan logistic bagi pengungsi Gunung Agung masih aman. “Untuk logistik aman sampai saat ini,” pungkasnya.

Sementara, salah seoarang warga KRB III, asal Desa Ban, Kecamatan Kubu, Nyoman Purwata mengatakan bahwa pihaknya kembali memilih Pos Pengungsian Banjar Kesambi lantaran sebelumnya sudah mengungsi di lokasi yang sama. Jadi untuk beraktivitas di pengungsian sudah tidak canggung lagi dan lebih nyaman. “Karena disini sudah nyaman, dan interaksi sudah bagus, sehingga tidak canggung karena sebelumnya sudah pernah mengungsi di sini,” pungkasnya. 

(bx/gus /yes/JPR)