Sebagian besar masyarakat Kota Malang terdidik.

Sebagian besar masyarakat Kota Malang terdidik.

Tiga pasangan calon yang resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang adalah Moch Anton-Syamsul Mahmud (Asik), Ya’qud Ananda Gudban-Achmad Wanedi (Menawan), serta Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko (Sae). Tim sukses (timses) dari masing-masing pasangan calon pun sepakat menjaga kondusifitas.

Ketua Timses Asik, Arief Wahyudi mengungkapkan jika pihaknya telah berkomitmen untuk menjaga ketertiban selama masa kampanye hingga usainya gelaran Pilwali Kota Malang 2018. “Kami woles, asik ae. Cari pemimpin terbaik kalau pakai gegeran (rusuh) ya pasti dapat yang tidak baik,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, Senin (22/1).

Apalagi saat ini aturan soal kampanye semakin ketat. Mulai dari promosi hingga gambar calon ditentukan KPU. “Jadi kami juga sesuai aturan yang ada. Jangan pakai politik uang. Jangan tiba-tiba ngesaki (memberi uang saku) orang,” tuturnya.

Penasehat Timses Sae, M Noorwahyudi menuturkan, Kota Malang mempunyai sejarah tidak pernah kisruh dan selalu damai pada saat momen pemilihan. “Kota ini unik, selalu sejuk, damai, adem. Model-model provokasi di daerah lain tidak bisa dilakukan di sini,” ujar Noorwahyudi.

Menurutnya, hal itu dikarenakan Malang sebagai kota pendidikan. Sebagian besar masyarakatnya terdidik. Sehingga tidak terlalu rentan isu pecah belah. “Yang penting sae (baik), semua berjalan baik,” paparnya.



Hal senada disampaikan juru bicara Menawan, Dito Arief. Menurutnya, semua pihak sepakat menjaga agar tetap aman. “Prinsip kami, pesta demokrasi ini berlomba dalam kebaikan. Bagian dari cari pimpin baru dengan proses menawan dan baik,” tandas Dito.


(fis/JPC)