SDN Jatimulyo 2 Sulap Baju Bekas Jadi Pot Cantik

KOTA MALANG – Mengolah limbah menjadi suatu produk yang bernilai adalah salah satu isu yang dinilai dalam Green School Festival (GSF). Seperti yang dipamerkan SDN Jatimulyo 2 saat penjurian GSF kemarin (8/10). Siswa secara langsung menunjukkan proses pembuatan pot dari limbah baju bekas yang tak terpakai kepada juri.

Kepala Sekolah SDN Jatimulyo 2 Maria Muslichah menyebutkan pihaknya mengajak anak-anak untuk berkreasi. Yakni mengubah limbah pakaian bekas pakai menjadi pot yang unik. Bisa dikatakan unik, karena setiap pot memiliki bentuk yang beragam. Ada bentuk manusia, hewan hingga bentuk-bentuk abstrak.

“Ide awal untuk memanfaatkan barang bekas yang tidak terpakai ini agar dapat mengurangi tingkat pencemaran alam. Juga melatih kekreatifan siswa,” terangnya.

Maria melanjutkan, lahan sekolah yang minimalis dimanfaatkan secara maksimal. Yakni dengan mewujudkan vertical garden di masing-masing kelas. Di depan kelas, siswa diberikan tanggung jawab untuk menanam dan merawat berbagai tanaman hijau. Bahkan mereka juga membuat piket untuk menyiram dan merawat dalam setiap harinya.

“Lahan sekolah yang agak sempit, membuat kami lebih fokus memanfaatkan space yang terlihat seperti di depan kelas, supaya anak lebih peka dan peduli terhadap lingkungan,”tambahnya.



Sekolah sehat juga diwujudkan di dalam sekolah. Contohnya, SDN Jatimulyo 2 sudah menerapkan zero plastic waste di kantin sehat. Artinya, semua makanan tidak menggunakan bungkus plasti, tapi diganti dengan daun pisang.

“Ini sudah berjalan sekitar setahun yang lalu. Makanan yang dijual juga stop 5P (penyedap, pemanis, pewarna, pengawet dan pengental), lebih ke makanan tradisional, seperti dawet, klepon dan lainnya,” ucap Maria.

Sebagai informasi, penjurian GSF 2019 telah dimulai sejak Senin (7/10) lalu. Ini adalah hari kedua tahapan penjurian. Seperti hari pertama, Sembilan tim juri di hari kedua ini juga mengunjungi 36 sekolah dasar baik swasta maupun negeri se-Kota Malang. Penjurian ini juga bakal berlangsung sampai Rabu depan (16/10) di hari efektif.

Pewarta; Binti
Foto: Rofia
Penyunting: Fia