Sayonara Milo…!!!

MALANG KOTA – Kebersamaan pelatih Milomir Seslija di tim Arema FC tak berumur panjang. Hanya semusim. Karena bisa dipastikan, musim kompetisi Liga 1 2020, tidak ada nama Milo di jajaran pelatih tim Arema FC. Manajemen sudah ”tutup pintu” bagi pelatih asal Bosnia tersebut.

Pertimbangannya jelas: prestasi tim besutannya di musim kompetisi 2019 ini jauh dari harapan. Pada laga yang menyisakan dua pertandingan saja, posisi Arema di peringkat 10 klasemen sementara dengan 43 poin. Posisi ini jauh dari target manajemen yang ingin posisi Arema minimal di tiga besar pada akhir kompetisi.

Namun, alih-alih tembus tiga besar. Bisa berada di papan tengah hingga akhir musim saja sudah bagus. Terlalu berat rasanya berharap poin dari dua calon lawan terakhirnya, Bali United dan Barito Putera. So, atas dasar itulah, kata sayonara (selamat berpisah) yang dianggap pas untuk pelatih berusia 55 tahun itu.

General Manager Arema FC Ruddy Widodo menegaskan, bakal tidak diperpanjangnya kontrak Milo merupakan buah dari kegagalan menembus target manajemen.Ketika awal kontrak dengan Arema FC, Milo telah disodori kesanggupan membawa Dendi Santoso dan kawan-kawan menembus tiga besar.  Di awal kompetisi, target ini seakan bisa tercapai.

Karena prestasinya begitu moncer hingga beberapa kali menghuni papan atas klasemen sementara. Namun, prestasi Singo Edan itu bak komedi putar. Naik turun dan terus turun hingga di penghujung kompetisi. Puncak kegagalan ketika kalah 1-4 dari Persebaya di Stadion Batakan, Balikpapan, (12/12).

Dengan hasil ini, posisi Arema di klasemen 10 masih sangat mungkin tergusur lagi. Sebab, hanya berjarak 2–3 poin saja dengan tim-tim penghuni peringkat ke 11, 12, 13, serta 14.

”Secara teknis, target tidak terpenuhi sudah kami katakan gagal,” ungkap Ruddy Widodo. Konsekuensinya, Ruddy melanjutkan, dua laga sisa Arema FC melawan Bali United (16/12) dan Barito Putera (22/12) menjadi pertunjukan terakhir mantan pelatih Madura United itu bersama tim Singo Edan.

Kendati demikian, Ruddy mengaku belum berbicara dengan Milomir Seslija perihal masa depannya itu. Dia ingin warga negara Bosnia itu menyelesaikan tugasnya di kompetisi Liga 1 2019.

Lebih lanjut, pria asal Madiun tersebut menuturkan, dalam perjalanannya mengarungi kompetisi Liga 1 2019, pihak manajemen tak kurang-kurang membantu kinerja Milo dari balik layar.

Di antaranya, kewajiban pemain terpenuhi dengan baik. ”Secara nonteknis, kami sudah laksanakan apa yang menjadi kewajiban. Soal gaji dan bonus, bisa ditanyakan kepada pemain kami tidak pernah telat,” ucap Ruddy.

Jadi, lanjut GM Arema itu, evaluasi untuk hasil minor diterima Arema FC di Liga 1 2019 adalah faktor teknisnya. Maka dari itu, selain pelatih, skuad Singo Edan musim ini juga bakal ada perombakan. Nama-nama yang dinilai kurang komit dan perform juga bakal tidak berlanjut dengan Arema untuk musim depan. ”Terkait berapa perombakannya, kami akan tunggu pelatih baru dulu,” terang dia.

Ruddy menambahkan, pelatih baru nanti juga akan diberikan kesempatan memberikan masukan siapa-siapa pemain layak terus bersama Arema.

Di tangan Milo, selain mencatatkan rekor tidak pernah menang dalam 6 laga, Arema FC juga menjadi kesebelasan yang kerap menjadi lumbung gol klub-klub Liga 1 2019. Seperti contohnya kekalahan 2-6 dari PSM Makassar (16/10), kalah 1-5 dari PSIS Semarang, dan terbaru dibantai tim bebuyutan Persebaya Surabaya 1-4 (12/12).

Tercatat untuk sementara tim Singo Edan sudah kemasukan 57 gol. Peringkat kedua dari 18 tim yang kebobolan terbanyak! Angka kemasukan itu juga menjadi yang terbesar sejak dua tahun lalu. Di mana pada tahun kompetisi 2017 mereka kemasukan 44 gol. Sedangkan di 2018, gawang Dendi Santoso dan kawan-kawan bergetar sampai 42 kali.

Selain itu, secara statistik di musim kompetisi 2019, ini jumlah kekalahan Arema juga bisa dikatakan terbesar bila dibandingkan dua tahun talu. Di mana di 2017 mereka gagal mendapatkan poin (kalah) sebanyak 11 kali dari 35 laga yang dijalani.

Sementara pada kompetisi 2018, mereka kalah sebanyak 12 kali dari 35 pertandingan. Nah, sekarang di saat kompetisi menyisakan dua laga atau Arema bermain di 33 pertandingan, Dendi Santoso dan kawan-kawan sudah menelan kekalahan sebanyak 13 kali.

Sementara itu, mendapatkan tekanan untuk meninggalkan kursi kepelatihan Arema, Milomir Seslija mengaku nothing to lose (tak ada beban). Bagi dia, kondisi seperti itu bukan hal baru dalam karirnya di sepak bola Indonesia. ”Bukan sebuah masalah ada tekanan untuk keluar dari Arema FC,” ungkap dia.

Dalam perjalanannya menukangi Arema FC, Milomir Seslija bisa dikatakan sosok yang keluar-masuk di tubuh Singo Edan. Dia menjadi kepala pelatih Singo Edan pada dua periode berbeda, yakni musim 2011–2012 dan 2016.

Saat itu dia bahkan sukses membawa dua trofi pramusim ke Malang, yakni Bhayangkara Cup dan Bali Island Cup. Sedangkan trofi yang dipersembahkannya musim ini adalah Piala Presiden 2019.

Pewarta : Galih Prasetya
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Abdul Muntholib