Sayang Hewan Ternak, Warga di Kawasan Gunung Agung Enggan Diungsikan

Kapolres Karangasem AKBP I Wayan Gede Ardana mengatakan, masyarakat yang menolak pindah karena khawatir hewan ternaknya tidak terawat.

“Kami kerja sama dengan Kementerian Pertanian dan lainnya menyiapkan titik untuk menampung hewan piaraan penduduk,” kata Wayan saat ditemui di Mapolda Bali, Denpasar, Senin (11/12).

Menurut Wayan, pihaknya telah menyiapkan bahan pangan untuk hewan ternak milik warga, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan perawatan hewan ternak tersebut.

“Jadi pemerintah daerah sangat peduli dengan masyarakat di Karangasem, mereka takut mengungsi karena kendala peternakan,” ungkap Wayan.



Hal senada pun diungkapkan oleh Wakapolres Karangasem Kompol Agung Mudita. Agung mengatakan, masyarakat memilih menetap di rumahnya masing-masing karena mereka memandang letusan Gunung Agung pada tahun 1963 tak begitu berdampak besar.

“Terutama orang-orang yang hidup pada tahun 1963, itu menjadi alasan pengalaman mereka untuk tetap bertahan,” ujar Agung.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengimbau penduduk untuk menetap di pengungsian. “Tapi tetap kita imbau dan akhirnya ada yang mau ngungsi sebagian,” tutur Agung.

Lebih lanjut, Agung menyatakan pihaknya saat ini telah mengerahkan sebanyak 890 personil kepolisian dari Polres Karangasem untuk melakukan pengamanan terhadap penduduk dan harta benda mereka yang ditinggal di rumahnya masing-masing.


(rdw/JPC)