Satu Pembunuh di Tanah Merah Kenjeran Tertangkap

JawaPos.com – Usaha pengejaran terhadap para pelaku pembunuhan yang menimpa Soeprayitno, 53, membuahkan hasil. Polres Pelabuhan Tanjung Perak meringkus satu di antara dua pelaku yang membunuh korban di Tanah Merah, Kecamatan Kenjeran, beberapa waktu lalu. Satu pelaku lagi hingga kemarin (13/5) masih buron.

Berdasar informasi dari internal kepolisian yang diterima Jawa Pos, satu pelaku itu ditangkap pada Minggu malam (12/5). Lokasi penangkapan berada di kawasan Surabaya. Menurut keterangan, pelaku yang tertangkap tersebut bukanlah otak pembunuhan. Dia adalah pelaku utama yang melakukan pembunuhan. Maka, yang masih diburu adalah pelaku kedua.

Jika dilihat pada gambar wajah dua pelaku yang disebar berdasar rekaman CCTV yang diperoleh polisi kemarin, yang belum tertangkap itu berarti pelaku yang berbadan gemuk. Sebelum peristiwa pembacokan terjadi, satu pelaku tersebut memang mendatangi rumah istri korban untuk mencari Soeprayitno. Dia datang bersamaan dengan pelaku utama malam itu.

Bahkan ketika pertengkaran terjadi, pelaku berbadan gemuk tersebut sempat berusaha melerai. Yaitu, antara satu rekannya (pelaku berbadan agak kurus) dan korban. Dia juga membuang pisau yang disabetkan satu pelaku lainnya. Hanya, pisau kembali diambil pelaku berbadan agak kurus. Kemudian, disabetkan lagi hingga akhirnya korban meninggal lantaran kehabisan darah.



Satu pelaku yang tertangkap adalah pelaku berbadan agak kurus. Dia berperan membawa senjata tajam jenis pisau penghabisan. Bahkan dalam rekaman CCTV yang diperoleh polisi, senjata yang dibawa pelaku tampak dalam gambar. Pisau tersebut terlihat menonjol di balik jaket yang dia kenakan.

Ketika dikonfirmasi, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto membenarkan penangkapan satu pelaku tersebut. Hanya, dia belum bisa memberikan keterangan secara terperinci mengenai identitas pelaku yang tertangkap. Soal peran pelaku yang tertangkap, dia juga enggan membeberkan. “Benar satu pelaku sudah tertangkap. Saat ini masih dalam proses lidik dan kami dalami,” katanya.

Motif para pelaku menganiaya korban hingga meninggal juga belum bisa dibeberkan polisi. Meski demikian, Kapolres kelahiran Malang tersebut optimistis satu pelaku lainnya bisa tertangkap secepatnya. Apalagi, wajahnya sudah terekam CCTV. “Doakan saja semoga cepat tertangkap. Anggota kami sudah bekerja semaksimal mungkin,” tegas Antonius Agus.