Satu Pasien Meninggal, Pace Jadi Daerah Langganan Kasus DB

Satu Pasien Meninggal, Pace Jadi Daerah Langganan Kasus DB

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk Syaifulloh mengatakan, hingga akhir Januari, jumlah penderita DB di Nganjuk sebanyak 37 orang. Jumlah itu tersebar di delapan kecamatan. “Sebelumnya hanya enam kecamatan. Sekarang di delapan kecamatan,” kata Syaifulloh kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Dari delapan kecamatan yang menjadi daerah endemik DB, Kecamatan Nganjuk menyumbang pasien terbanyak. Yakni sebanyak 13 orang. Di bawahnya ada Kecamatan Pace dan Ngronggot masing-masing 8 dan 6 orang. Kemudian, ada Kecamatan Rejoso sebanyak 3 orang.

Setelah itu, tiga kecamatan dengan jumlah penderita sama sebanyak 2 orang. Yakni, Kecamatan Berbek, Loceret dan Prambon. Terakhir, ada Kecamatan Tanjunganom dengan 1 orang positif DB.

Syaifulloh mengungkapkan, pihaknya sudah menetapkan delapan wilayah tersebut sebagai daerah endemik DB. Karena itulah, program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus lebih intensif digalakkan dibanding kecamatan lain. “PSN harus lebih masif di setiap desa,” ujar pria asal Kecamatan Ngronggot ini.

Menurut Syaifulloh, salah satu kecamatan yang akan menjadi perhatian utama adalah Pace. Pasalnya, hampir setiap tahun, kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Kediri itu menjadi daerah endemik. “Setiap tahun selalu kami temukan penderita asal Pace,” tandasnya.



Bahkan, salah satu pasien yang tercatat meninggal dunia di awal tahun ini berasal dari Desa Joho, Kecamatan Pace. Untuk menekan angka penyebaran DB di Kecamatan Pace, Syaifulloh mengungkapkan, pihaknya akan lebih ketat melakukan pengawasan terhadap program PSN di sana.

Syaifulloh mengatakan, dinkes akan menerjunkan tim untuk mengawasi langsung pelaksanaan PSN di Kecamatan Pace. Dia khawatir PSN tidak dilakukan serius di sana. “Jadi, kami ingin melihat langsung bagaimana gerakan PSN di Pace,” imbuhnya.

Lalu, kapan gerakan PSN serentak dilakukan di Kabupaten Nganjuk? Syaifulloh mengatakan, pihaknya menunggu instruksi dari sekretaris daerah (sekda). Pasalnya, gerakan PSN di seluruh instansi dan desa akan dipimpin  langsung oleh sekda.

Dia mengakui, saat ini dinkes juga masih terkendala pencairan anggaran. Sebab, uang panjar yang biasanya diberikan di awal tahun  juga belum turun. “Jadi kami masih tunggu anggaran turun dulu. Rencana awalnya, bulan ini kami laksanakan,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)