Satpol PP Kurang Personel, Maksimalkan Linmas

KEPANJEN – Jumlah sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang diklaim masih belum ideal. Kepala Satpol PP Kabupaten Malang Nazarudin Hasan menuturkan bila dengan luasan daerahnya, idealnya dibutuhkan 500 petugas. ”Idealnya antara 450–500 petugas, sekarang yang kami punya baru 200 orang, itu pun yang berstatus sebagai PNS hanya 60,” kata Nazar.

Ditemui di sela-sela kegiatan Bimbingan Teknis Operasional Satuan Polisi Pamong Praja di Hotel Mirabell kemarin (4/12), dia menuturkan bahwa kekurangan jumlah SDM tersebut banyak memberikan pengaruh terhadap tugas pokok dan fungsi satpol PP.

Sesuai dengan tupoksinya, satpol PP memiliki tugas untuk melakukan upaya penanggulangan dalam kejadian darurat, bencana alam, dan pengawalan terhadap peraturan daerah (perda).

”Akibatnya dengan adanya kekurangan itu pelayanan yang kami berikan tidak bisa maksimal, contohnya kemarin ketika ada bencana (angin puting) beliung di Jabung, kami hanya bisa mengirimkan personel dengan jumlah terbatas untuk mem-backup BPBD,” jelasnya.

Sebagai upaya antisipasi, mantan kepala diskominfo itu menuturkan bahwa pihaknya akan memaksimalkan fungsi linmas untuk mem-backup kegiatan pengamanan di kantong wilayah.

Selain jumlah SDM yang terbatas, fasilitas bagi para aparat juga dinilai Nazar masih sangat terbatas. ”Makanya ini sedang kami upayakan supaya lima tahun ke depan kami bisa mengajukan anggaran sebesar Rp 19 miliar untuk meningkatkan sarana dan prasarana petugas kami di lapangan,” beber Nazar.

Sementara itu, Bupati Malang H.M. Sanusi meminta agar ke depan satpol PP tidak hanya sigap dalam hal menjalankan fungsi keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun, juga turut andil dalam penanganan bencana yang terjadi di seluruh wilayah kabupaten.

”Belakangan ini terjadi banyak sekali bencana, saya berharap bukan hanya BPBD saja yang bergerak, satpol PP juga harus tampil di depan,” kata dia.

Dalam bimtek kemarin, total ada 70 personel Satpol PP Kabupaten Malang yang diberikan penekanan materi tentang layanan dan ketertiban umum. Selama enam hari, para personel tersebut akan ditempa di dua tempat, yakni dua hari untuk pemantapan teori di Hotel Mirabell dan empat hari di Mapolres Malang untuk peningkatan kapasitas pengawalan, pengawasan, dan ketertiban di lapangan.

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya