Sasar Klien Korporasi, BukaPengadaan Tumbuh 30 Persen

JawaPos.com – Solusi Pengadaan Korporasi dari Bukalapak, BukaPengadaan terus meningkatkan loyalitas untuk penggunanya, dengan menyasar segmen B2B (business to business) sebagai bentuk komplementer dan pelengkap atas visi Bukalapak.

“BukaPengadaan merupakan sistem procurement yang disediakan Bukalapak untuk membantu korporasi dalam memenuhi solusi kebutuhan pengadaan barang di perusahaan dengan kemudahan dan harga terbaik,” ucap Hita Supranjaya, Director Buka Pengadaan Indonesia, di Jakarta, Kamis (23/1).

Selain menyasar klien korporasi, BukaPengadaan juga menyediakan tawaran untuk mitra yang ingin menjadi vendor penyedia barang. Hanya saja, sambung Hita, vendor harus terdaftar di Bukalapak sebagai penjual. Ditambah, vendor tersebut telah terdaftar secara hukum dan telah melengkapi dokumen pendaftaran.

“Di 2019 kami mencatat sebanyak 500 buyer, 5.000 transaksi, dengan rata-rata nilai per transaksi Rp 150 juta,” ungkapnya.

BukaPengadaan juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan tiga kali lipat rata-rata di setiap bulannya dalam tiga bulan terakhir. Dalam tujuh bulan terakhir, BukaPengadaan juga mencatat pertumbuhan 30 persen untuk rata-rata perusahaan baru yang bertransaksi.

Antusiasme yang positif dari pasar ini dikarenakan kemudahan yang diberikan dengan menghubungkan lebih dari 5 juta pelapak yang menawarkan lebih dari 80 juta produk yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sehingga, kebutuhan pengadaan dari korporasi, baik pelaku bisnis maupun pemerintah, dapat dipenuhi dengan cepat dengan harga yang bersaing. “Kebutuhan kantor/pabrik untuk membeli bahan baku ATK (alat tulis kantor), jasa, perlengkapan dan peralatan, bayar telepon, listrik, BPJS karyawan, kini semuanya bisa melalui satu pintu,” ucap Andry Jachja, Head of Marketing Strategy & Operations BukaPengadaan.

Dalam proses pengiriman, BukaPengadaan melakukan kerja sama dengan perusahaan induk, distributor, hingga dealer dan reseller di tingkat daerah hingga partner yang akan mendapatkan harga kompetitif dan pengiriman yang lebih cepat.

“Contohnya pembeli dari Medan kita akan cari seller di Medan dulu, jadi, jauh lebih kompetitif dan cepat. Biasanya mereka harus nunggu lebih lama kan,” kata Andry.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Ratih Paramitha