Saran dari Mantan Kepala Bais untuk Kepolisian terkait Penanganan Teroris

Info Terbaru dari Kapolda Sumut Terkait Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan - JPNN.com

Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019). ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/aww

jpnn.com, JAKARTA – Pihak kepolisian diharapkan mengubah pola penyampaian informasi ke publik terkait penanganan aksi serangan teroris.

Saran tersebut disampaikan Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) Laksamana Muda TNI (Purnawirawan) Soleman B. Ponto,

“Ada beberapa yang perlu diperbaiki, seperti penggunaan diksi, cara penyampaian, dan tempat keluarnya informasi,” kata Laksamana Muda TNI (Purn.) Soleman B. Ponto di Jakarta, Sabtu (16/11)..

Soleman menilai pola penyampaian informasi selama ini malah berpotensi mengakibatkan risiko serangan dari para pelaku teror tersebut makin besar ke Polri.

Soleman mengatakan, publik selalu mendengar bagaimana informasi yang keluar, seperti Densus telah menembak terduga teroris. Sementara itu, alam bawah sadar orang bisa saja tidak terima dengan model informasi tersebut.

“Baru terduga sudah ditembak mati, ada orang yang tidak terima dengan ini, kita (aparat hukum, red) tidak tahu akibatnya ada yang dendam, keluarganya, atau siapa,” ucap Soleman.

Diksi yang dipergunakan untuk menyampaikan informasi, kata Soleman, cukup dengan memberikan keterangan yang tidak menampakkan kearoganan dan mengecilkan para pelaku teror tersebut.

“Jadi, Polri harus besar dan mereka kecil, jangan mereka yang terlihat besar dan Polri seakan berusaha dengan cara besar melumpuhkan mereka,” kata Soleman.