Sanusi: Pilbup Boleh, Birokrasi Jangan Gaduh

KEPANJEN – Daftarnya Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Didik Budi Muljono sebagai calon bupati bikin iklim birokrasi di internal Pemkab Malang cukup menghangat. Maklum saja, Didik yang mendaftar lewat PDIP itu berpotensi bersaing dengan atasannya, Plt Bupati Malang Sanusi. Kemungkinan Sanusi bakal lewat PKB.

Sebagai orang nomor satu di Pemkab Malang, Sanusi mewanti-wanti agar proses pemilihan bupati (pilbup) ini tidak sampai membuat birokrasinya gaduh. Ada aksi dukung mendukung yang dilakukan pegawai Pemkab Malang.

Buntutnya pelayanan masyarakat menjadi korban.  ”Yang jelas saya ingin Kabupaten Malang tetap kondusif, saya tidak ingin ada gesekan yang disebabkan karena pemilihan kepala daerah (pilkada),” tegas Sanusi saat ditemui di Pendapa Panji Kepanjen Senin (9/9).

Perihal mendaftarnya Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Didik Budi Muljono sebagai bakal calon bupati lewat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sanusi menuturkan bahwa sampai saat ini Didik belum mengajukan izin kepadanya. ”Izin sampai saat ini masih belum karena belum pasti,” kata Sanusi.

Pun terkait dengan restu, pria asal Gondanglegi itu menegaskan bahwa dirinya juga belum memberikan lampu hijau pada Didik dalam hal berpolitik. ”Kalau restu kan harus ada izin, saya tidak bisa mengizini karena (sekda) belum minta izin,” jawabnya diplomatis.



Sementara ditanya perihal nasib perjalanan politiknya, Sanusi menuturkan bahwa dirinya tidak ingin tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. ”Pada saatnya nanti akan saya deklarasikan,” ungkapnya mantap.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB belum menentukan arah rekomendasi calon bupati yang berasal dari partai berjuluk green party tersebut.

Ketua DPC PKB Kabupaten Malang H. Ali Ahmad menegaskan bahwa sampai kemarin belum ada pembahasan dari dewan pimpinan pusat (DPP) PKB terkait persiapan Pilbup 2020 di Kabupaten Malang. PKB sendiri punya sejibun nama calon bupati maupun wakil bupati Malang yang akan diandalkan dalam kontestasi Pilbup 2020.

Selain Gus Ali sendiri, ada nama Plt Bupati Malang H.M. Sanusi, pengurus DPP PKB Saifullah Maksum, dan Ketua PC NU Kabupaten Malang dr Umar Usman. Selain empat orang tersebut, nama Wakil Ketua Sementara DPRD Kabupaten Malang Kholiq pun belakangan turut disebut-sebut menjadi kandidat kuat dari PKB untuk Pilbup 2020.

Ditanya soal hal itu, Gus Ali menuturkan bahwa hal tersebut sangat dimungkinkan terjadi. ”Semua (masih) belum tentu. Kami akan lihat dulu perkembangan dinamika politik di Kabupaten Malang,” ujarnya diplomatis.

Kholiq sendiri saat dikonfirmasi koran ini menuturkan bahwa dirinya akan patuh dan menyerahkan seluruh keputusan tersebut kepada DPP PKB sebagai pihak yang mengeluarkan rekomendasi.

”Sebagai kader saya harus siap untuk ditempatkan di posisi apa pun,” kata mantan wakil ketua DPRD Kabupaten Malang periode 2014–2019 tersebut.

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Abdul Muntholib