Sanusi: Kabupaten Malang Siaga 1 Karhutla

KEPANJEN – Rentetan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Malang langsung direspons pemkab. Secara khusus, Bupati Malang H.M. Sanusi, menyebut bila wilayahnya mulai siaga 1 dari bencana tersebut.

”Untuk kebakaran, masih kami upayakan bantuan water bombing seperti yang kemarin. Karena kalau hanya mengandalkan BPBD, kemampuan kami tidak mencukupi,” kata Sanusi.

Seperti diketahui, karhutla terjadi di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Malang. Di antaranya di Gunung Arjuno, tepatnya di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, dan Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso.

Selain itu, peristiwa karhutla juga dikabarkan terjadi di kawasan Gunung Kawi, di Kecamatan Wonosari. Ada pula laporan karhutla dari Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.

”Termasuk kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPA) Supiturang, meskipun lokasinya di Kota Malang yang terdampak di antaranya juga ada warga kabupaten, terutama di Kecamatan Wagir,” sambung Sanusi.

Upaya pencegahan disajikan pemkab. Ada pembagian masker dari petugas kesehatan di wilayah setempat. Pemkab juga menawarkan bantuan kepada Pemkot Malang untuk mengatasi kebakaran di TPA Supiturang.

”Silakan, damkar kami sementara tidak terpakai, jika Kota Malang atau Kota Batu membutuhkan akan segera kami kirimkan bantuan,” beber politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Sebagai upaya istikhoroh agar segera turun hujan, kemarin (21/10) Sanusi bersama jajaran forkopimda juga menggelar salat istisqo di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo.

Sementara itu, dari pantauan koran ini di lapangan, kebakaran di Gunung Arjuno-Welirang tampak masih terjadi hingga kemarin. Salah satu warga, Sumbri, menyebut bila kebakaran yang paling besar terjadi pada hari Minggu (20/10).

”Tadi (Minggu) malam besar sekali Pak, sampai separo gunung terlalap api,” kata dia. Hal serupa juga disampaikan Sekretaris BPBD Kabupaten Malang Bagio Setyono.

Dia menyebut bila upaya pemadaman dengan metode water bombing sudah dilakukan. Sayangnya, upaya itu terpaksa harus ditunda kemarin.

”Kecepatan angin pada pagi ini (kemarin) pukul 07.00 mencapai 53 knot, hal ini yang membuat rencana pemadaman harus kami tarik kembali pada pukul 08.29,” jelas dia. Dia menyebut bila kebakaran di wilayah itu setidaknya masih menyisakan 12 titik api.

Selain pemadaman lewat udara, upaya manual dengan mengirim relawan ke area tersebut juga dilakukan pihaknya. ”Untuk hari ini (kemarin) ada 100 relawan gabungan dari BPBD Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, UPT Tahura, Perhutani, dan masyarakat sekitar serta pencinta alam yang berangkat ke lokasi,” tambah Bagio.

Dari pantauan koran ini, helikopter yang rencananya mengudara masih tertahan di Lanud Abd Saleh. Pilot dari Negara Rusia tampak memilih melakukan pengecekan kelayakan seluruh pirantinya.

Pewarta : Farik Fajarwati, nr7
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya