Santri Dibekali Keterampilan Berwirausaha

WAJAK – Tak hanya mendapat bekal ilmu agama, para santri kini juga banyak dibekali dengan keterampilan lain. Salah satunya yakni keterampilan berwirausaha. Seperti yang tersaji di Pesantren Al Huda, Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Rabu (20/3). Digeber hingga kemarin, para santri mendapat kesempatan mengikuti workshop pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis pesantren.

Dukungan penuh diberikan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dalam acara tersebut. Dalam sambutannya saat membuka workshop Rabu lalu (20/3),  Ketua Pimpinan Pusat RMI NU KH Abdul Ghoffar Rozin melihat ada tiga poin yang menjadi bekal pemberdayaan UMKM di pesantren. Di antaranya santri, alumni, dan masyarakat sekitar pesantren.

”Santri tidak hanya bisa ngaji dan dakwah, tapi juga bisa menjadi penggerak ekonomi umat. Kalau di Kudus, dikenal dengan istilah ’Gus Jigang’ (Ngaji dan Dagang),” kata Gus Rozin–sapaannya.

Menurut dia, workshop pengembangan UMKM berbasis pesantren itu lebih banyak berfokus pada pelatihan pembudidayaan jamur tiram. ”Lahan yang dibutuhkan tidak harus luas, modal usaha juga terjangkau, dan hasilnya bisa dipetik setiap hari. Itu alasan utama bagi UMKM di pesantren untuk mencoba peluang agrobisnis ini,” papar dia.

Sementara itu, Group Head of Strategic Stakeholder Management PT PGN Santiaji Gunawan berharap hasil kerja sama antara RMI NU dan pihaknya mampu menghasilkan para wirausahawan dari kalangan pesantren.



”Kami berharap, dari pesantren ini melahirkan wirausaha-wirausaha muda yang mampu memimpin dunia usaha,” terang dia. Total ada 120 peserta yang mengikuti workshop tersebut.

Pewarta               : Imron Haqiqi
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Bayu Mulya