Sangat Nyaman di Malang, Atlet STAIN Meulaboh Aceh Tidak Mau Pulang Setelah PIONIR IX di UIN Malang

KOTA MALANG- Kontingen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Meulaboh Aceh dalam gelaran Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) IX di UIN Malang memang tak mendapat medali satu pun.

Meskipun begitu, para atlet dari kontingen kampus yang terletak di sisi barat Indonesia itu ternyata sangat senang dan menikmati kota di mana PIONIR IX ini digelar, yakni Malang.

Salah satunya, Nurillah atlet debat Inggris PIONIR IX. Ia mengatakan tak terlalu bersedih meskipun belum bisa menyumbang medali ke kampus tercintanya. Pasalnya, Nurillah mengaku senang dengan keramahtamahan warga Malang saat ia berwisata.

“Ya seneng. Warga Malang ramah banget. Aku pas tanya itu orang Malang jawabnya ramah banget. Jadi, pas jalan-jalan aku gak bingung pas mau nanya kayak rumah sendiri begitu,” ujar Nurlilah.

Bahkan, lanjut ia, ketika di UIN Malang, volunteernya juga mudah akrab dan ramah dengannya. “Mereka itu selalu senyum dan menyapa duluan kan aku malu-malu tapi mereka itu friendly. Aku suka,” tutur mahasiswi semester 5 jurusan tafsir Alquran STAIN Meulaboh Aceh ini.



Untuk itu, ia mengatakan, sebenarnya ia tinggal lebih lama di Malang meskipun sudah berakhirnya gelaran PIONIR IX.

“Iya Senin aku pulang. Aduh gimana ya nyaman banget aku itu di sini malah kayak rekreasi. Tapi ya keluarga di sana. Ya UIN Malang mantap lah,” ujarnya tersenyum ke radarmalang.id saat acara penutupan PIONIR IX, Sabtu (20/7).

Sementara itu, Mariani, Atlit Puitisasi Alquran kontingen STAIN Meulaboh Aceh mengatakan, dirinya ingin tinggal sebulan lebih lama di kota Malang.

“Aku pingin tinggal sebulan lagi sebenaenya. Serius beneran,” tutur mahasiswi jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam STAIN Meulaboh Aceh ini

Pasalnya, imbuh Mariani, dirinya selama tiga hari ini hanya menjamah wisata yang ada di Kota Batu. “Soalnya Aku itu kemarin ke Batu terus di Jatim Park 3, Museum Angkut, dan Alun-Alun Batu. Malang belum aku itu pingin ke KWJ dan lain-lain,” ujarnya.

Selain belum berkunjung ke wisata yang ada di Kota Malang, yang membuat ia ingin berlama-lama di Bhumi Arema ini ialah dirinya bisa mengenal banyak mahasiswa lain dari berbagai PTKIN yang berlaga di PIONIR IX.

“Gimana ya aku banyak kenalan loh di sini selain volunteer juga banyak kontingen lain juga. Tapi aduh mau berakhir ya malam ini. Berkesan banget,” ujar ia.

Rombongan STAIN Meulaboh Aceh sendiri, kata Mariani, bakal pulang kampung ke Aceh, Selasa (23/7) besok.

“Iya Selasa besok rencanya sih aku pulang sama temen-temen lain balik ke Aceh. Sedih tapi terimakasih UIN Malang atas PIONIRnya,” pungkasnya.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Bob Bimantara Leander