Sang Debutan, Si Mantan Tim Gala Desa, Nyaris Bikin Kejutan Besar

JawaPos.com – Lamongan Sadang MHS pantang diremehkan. Debutan Proliga 2020 itu mampu membuat Jakarta BNI 46 kepayahan. Aji Maulana dkk memaksa BNI untuk bermain lima set.

Sayang, dalam pertandingan yang berlangsung hampir 3 jam, Lamongan Sadang akhirnya kalah dengan skor 2-3 (23-25, 25-22, 21-25, 25-23, 19-21).

Sejak awal, Lamongan Sadang mampu mengimbangi permainan BNI 46, salah satu tim tradisional Proliga. Bahkan, sering memimpin poin. Sayang, perlawanan Lamongan Sadang terhenti secara menyesakkan.

Setelah berkali-kali memaksakan deuce dan bergantian mencapai match point, terjadi miskomunikasi antara pemain Lamongan Sadang. Bola yang seharusnya mudah dikembalikan malah mati di daerah sendiri.

”Memang tidak mudah melawan tim finalis musim lalu. Kami sangat bekerja keras hari ini (kemarin, Red). Kami melakukan banyak kesalahan sendiri dan memang saat set akhir itu sangat menentukan,” papar Putut Marhaento, pelatih Lamongan Sadang.

Putut menambahkan, ada beberapa hal yang membuat timnya gagal menang. Salah satunya mental. ”Ketenangan itu sangat menentukan. Mereka bersemangat, kadang malah lepas kontrol. Beberapa pemain memang sudah berpengalaman. Tapi, itu kan pertama kalinya tampil sebagai sebuah tim,” jelas dia.

Hari ini lawan Lamongan Sadang tidak kalah berat. Yakni, Surabaya Bhayangkara Samator, sang juara bertahan. Samator juga bermain lima set di laga pertama. Namun, tim itu sempat beristirahat sehari.

”Kami sudah tahu pola Samator seperti apa. Kami belajar dari pengalaman hari ini (kemarin, Red),” kata mantan pelatih Jakarta Pertamina Energi tersebut.

Di sisi lain, pelatih BNI 46 Samsul Jais mengakui bahwa timnya harus bekerja sangat keras kemarin. Meski Lamongan Sadang tim baru, para pemainnya berpengalaman di Proliga. Sebut saja mantan open spiker Samator Mahfud Nurcahyadi, juga dua penggawa timnas, yakni Dimas Saputra dan Bastian Tamtomo Putra.

”Masih banyak yang harus kami evaluasi. Memang pada set akhir itu bukan hanya soal teknik, tapi sudah pertandingan psikologi. Sebab, di situ mental yang berbicara,” ungkapnya.

Lamongan Sadang MHS dibentuk oelh Sutomo, mantan kepala desa Tlogosadang, Lamongan.

Sudah lama dia ingin melihat tim voli amatir di desanya menjadi tim profesional. Awalnya, tim tersebut hanya sering tampil dalam ajang gala desa di Lamongan.

Pemusatan latihan dilakukan sejak November. Tim digenjot di GOR Tlogosadang yang lokasinya berjarak 45 kilometer dari pusat Kabupaten Lamongan.