SAMOLED, Merek Baru yang Dipatenkan Samsung Untuk Bisnis Layar

JawaPos.com – Pada 6 November lalu, Samsung Display mengajukan merek dagang ke Kantor Kekayaan Intelektual Korea dengan nama SAMOLED. Aplikasi ini disertai dengan deskripsi singkat soal Layar OLED, tampilan smartphone, monitor, layar televisi, signage digital, dan layar komputer.

Sebagaimana dilansir JawaPos.com dari LetsGoDigital, Senin (18/11), pada saat yang sama, merek dagang yang sama juga terdaftar di USPTO, Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (AS). Publikasi didaftarkan tiga hari kemudian yakni pada tanggal 9 November.

Nama menunjukkan versi baru dari layar AMOLED yang terkenal. Mengenai penambahan singkatan ‘S’ masih belum diketahui.

Kamu dapat membacanya sebagai ‘SAM’ dari Samsung. Tetapi ‘S’ juga bisa berarti ‘Super AMOLED’, meskipun jenis layar ini telah ada selama beberapa tahun belakangan. Hal itu bisa menjadi nama baru atau bisa pula peningkatan teknologi di dalamnya.

Teknologi layar ini mungkin akan menjadi yang pertama digunakan dalam ponsel Samsung kelas atas. Yakni, pada Galaxy S11 dan Galaxy Fold 2 yang diharapkan awal 2020 menjadi perangkat perdana yang menggunakan layar tersebut.

Sebelumnya diketahui bahwa S11 akan memiliki tampilan lebih panjang dari pendahulunya. Perangkat ini mendapat rasio 20:9. Selain itu, tampaknya ada refresh rate gambar yang lebih tinggi. Ada juga kabar tentang layar dengan refresh rate tinggi sebesar 120 Hz, yang juga akan menguntungkan kinerja game mobile.

Sementara pada Galaxy S10 dan Galaxy Fold dilengkapi dengan apa yang disebut layar AMOLED Dinamis. Dua bulan sebelum perangkat ini diperkenalkan, LetsGoDigital juga melaporkan merek dagang dengan nama yang sama.

Sejauh ini, Samsung selalu melekatkan kata ‘AMOLED’ untuk menunjukkan bahwa ini adalah tentang teknologi OLED yang berbeda dan lebih baik. Selanjutnya ada juga ‘Super AMOLED’ dan ‘Dynamic AMOLED’.

Kali ini hanya satu huruf yang diletakkan di depannya. Apakah ini berarti perubahan besar akan datang? Akankah SAMOLED segera menjadi standar baru dan akankah itu menggantikan AMOLED? Kita nantikan perkembangan selanjutnya.

Sumber: LetsGoDigital