Sambut Ramadan, Cuci Dandang

Warga RW 3, Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, punya cara tersendiri untuk menyambut bulan suci Ramadan. Mereka menggelar acara ngumbah dandang (mencuci alat untuk memasak nasi, Red) di Sumber Belik Tanjung. Kegiatan yang sudah puluhan tahun tak digelar tersebut sengaja dihidupkan lagi agar warga makin peduli dengan keberadaan sumber air tersebut. Ketua RW 3 Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, Yuris Efendi mengata kan, kegiatan tersebut menjadi rangkaian dari acara bersih desa ”Ada banyak kegiatan, mulai dari tanam pohon, ngumbah dandang, dan juga pengajian,” kata dia

KOTA BATU – Warga RW 3, Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, punya cara tersendiri untuk menyambut bulan suci Ramadan. Mereka menggelar acara ngumbah dandang (mencuci alat untuk memasak nasi, Red) di Sumber Belik Tanjung. Kegiatan yang sudah puluhan tahun tak digelar tersebut sengaja dihidupkan lagi agar warga makin peduli dengan keberadaan sumber air tersebut. Ketua RW 3 Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, Yuris Efendi mengata kan, kegiatan tersebut menjadi rangkaian dari acara bersih desa ”Ada banyak kegiatan, mulai dari tanam pohon, ngumbah dandang, dan juga pengajian,” kata dia.

Acara ini juga untuk mengingat kembali tradisi yang sudah dilakukan para leluhur. ”Seperti keberadaan sumber mata air Belik Tanjung ini, sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan dipelihara oleh leluhur terdahulu,” ujarnya. Kini, kondisi mata air Belik Tanjung sudah jauh berbeda. ”Me mang sempat terlupakan. Dulunya ada pohon tanjung. Karena itulah dinamai belik tanjung. Tapi sekarang sudah tidak ada. Karena itu kami tanami lagi,” terangnya. Air dari sumber ini, selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, juga berguna untuk irigasi pertanian. Selain itu, lanjut Yuris, sungai yang dulunya bersih juga digunakan warga untuk mencuci perabotan rumah tangga. ”Seperti dandang. Namun sebenarnya itu semua adalah simbol untuk mensucikan diri menjelang bulan
Ramadan,” ungkap Yuris. Sayangnya, saat ini Kali Kebo makin tercemar karena sampah warga. Dia berharap berbagai kegiatan ini bisa menyadarkan warga akan pentingnya menjaga sumber mata air hingga ke aliran sungainya. ”Itu tujuan kami. Selain itu, juga sebagai sarana silaturahmi bersama, hidup guyub rukun, gotong royong, dan kerja bakti bersama,” tandas Yuris.

Kegiataan ini pun rencananya akan diagendakan rutin tahunan. Ahmad Rifai selaku panitia acara pun membenarkan bahwa lewat kegiatan ini diharapkan warga sadar dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Dia juga mengatakan kalau Kali Kebo dulunya sangat bersih dan menjadi sumber penghidupan warga sekitar. ”Kami harap ke depan bisa bersih lagi. Jangan sampai membuang sampah ke sungai, agar sungai bisa jadi sumber penghidupan lagi dan destinasi wisata,” tutup pria yang akrab disapa Mat Berlin itu.

Pewarta :Aris Dwi
Penyunting : Ahmad Yani
Copy Editor : Arief Rohman
Foto :Darmono