Sambut Ramadan, Amankan 167 Ton Beras

KOTA BATU – Kesiapan menyambut Bulan Ramadan mulai ditunjukkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Seperti dilakukan dinas koperasi, usaha mikro, dan perdagangan (diskumdag) serta Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu. Keduanya memastikan bila ketersediaan beberapa kebutuhan pangan tetap aman hingga tiga bulan ke depan. Salah satunya yakni ketersediaan beras yang 80 persen kebutuhannya disuplai dari daerah lain.

”Untuk memastikan ketersediaan beras, ada tiga cara yang kami lakukan. Salah satunya memang impor atau mendatangkan beras dari daerah lain,” terang Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu Wiwik Nuryati. Langkah lain yang dilakukan pihaknya yakni mengandalkan produksi lokal petani di Kota Batu. Sementara langkah terakhir yakni mengandalkan cadangan dari Badan Urusan Logistik (Bulog).

”Kalau dari produksi (lokal Kota Batu) hanya mampu mencakup 20 persen dari konsumsi riilnya,” jelas Wiwik. Seperti diketahui, produksi beras di Kota Batu memang cukup minim. Tercatat hanya ada enam desa yang memproduksinya. Yakni, Desa Pendem, Mojorejo, Torongrejo, Junrejo, Giripurno, dan Kelurahan Temas. ”Hanya Desa Pendem yang aktif memproduksi. Desa lainnya menunggu cuaca hujan jika ingin menanam,” tambahnya.

Dari data 2018 lalu, diketahui total penduduk di Kota Batu sebanyak 222.807 jiwa. Berangkat dari asumsi kebutuhan beras secara nasional, tiap jiwa membutuhkan konsumsi 0,25 kilogram per hari. Artinya, dalam satu tahun, kebutuhan konsumsi riil beras di Kota Batu mencapai 20.364 ton.

”Sementara produksi beras kami hanya 3.035 ton per tahun. Masih minus 17.329 ton,” imbuh Wiwik. Sebagai langkah antisipasi, ketersediaan beras perlu ditambahkan 10 persen dari angka perkiraan kebutuhan konsumsi tersebut. ”Konsumsi riil 20.364 ton, jadi untuk ketersediaan harus ada di angka 22.416 ton (tiap tahun),” kata dia.



Di sisi lain, untuk ketersediaan bahan lainnya seperti bawang merah dan sayuran juga dipastikan aman hingga beberapa bulan ke depan. Produksi bawang merah di Kota Batu diketahui mencapai angka 4.350 ton per tahun. Sementara kebutuhan konsumsinya tercatat di angka 447 ton.

Angka aman juga berlaku untuk kebutuhan daging ayam. Dari catatan pemkot, tiap tahun ada 1.490 ton daging ayam yang bisa dihasilkan. Sementara kebutuhannya hanya berada di angka 878 ton. ”Beranjak dari data itu, Kota Batu juga melayani pengiriman bahan pokok ke luar daerah juga,” imbuh Wiwik.

Hal senada juga disampaikan Kabid Perdagangan Diskumdag Kota Batu Kaero Latif Setiawan. Untuk memastikan ketersediaan beras, dia mengaku sudah mengecek stoknya di sembilan distributor. Total, ada 139 ton beras yang tersedia untuk bulan depan.

Angka tersebut belum termasuk stok yang ada di Gudang Cadangan Pangan Daerah, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. ”Di sana cadangannya 28 ton per bulan,” terang dia. Bila ditotal, sudah ada kepastian cadangan beras sebanyak 167 ton untuk menyambut bulan Ramadan nanti.

”Kami pastikan stok sembako selama satu bulan hingga Lebaran aman,” tambahnya. Untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok, pihaknya sudah mewacanakan Pasar Ramadan di Balai Kota Among Tani pada Ramadan. Tepatnya bakal digeber pada minggu ketiga.

Pewarta               : Mochamad Sadheli
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Bayu Mulya
Fotografer          : Mochamad Sadheli