Salah Kaprah Turuti Saran Obat Mata

KESEMPATAN membeli obat tetes mata, baik yang dijual toko maupun apotek, memang tidak sulit. Di banyak kasus, dengan hanya menyodorkan bungkus atau botol obat tetes mata, cukup banyak apotek yang tak mensyaratkan resep dokter.

Namun, sejumlah apotek menyatakan tak melayani pembelian obat mata, apalagi yang berlabel merah secara sembarangan. Apoteker Kimia Farma di Jalan Ijen Kota Malang Maria Nike A. Soares SFarm Apt menyatakan, pihaknya pasti menanyakan dulu kepada pasien terkait keluhan mata yang dialami. Hal ini penting supaya pemberian obat bisa tepat sehingga dapat mengurangi efek samping dari obat, seperti alergi.

Untuk pembelian obat tetes mata di Apotek Kimia Farma sendiri, pihaknya menyediakan tempat untuk konsultasi bersama apoteker terkait keluhan yang dialami. ”Akan kami tanyakan keluhan apa yang dialami, kalau iritasi ringan, kami akan beri obat dengan label biru (bebas terbatas),” ujarnya.

Sedangkan untuk keluhan yang lebih parah, dia mengaku akan menggali informasi dari pasien terkait obat mata apa yang sebelumnya dipakai dan bagaimana pemakaiannya. ”Jika sebelumnya pasien memakai obat resep dokter, kami pastikan apakah pemakaiannya sudah sesuai anjuran,” imbuh dia.

Nike–sapaan akrabnya menuturkan permasalahan yang saat ini ada adalah banyaknya pasien yang membeli obat atas saran dari orang lain.

”Kadang pasien lebih percaya dengan saran orang lain, padahal bisa jadi keluhan yang dialami berbeda antara satu orang dengan orang lainnya,” tuturnya. Hal ini akan berbahaya jika obat yang dipakai ternyata tidak sesuai. ”Kalau sudah parah biasanya kita anjurkan untuk ke dokter,” terang dia.

Sementara itu, Manajer Apotek Malang Eye Clinic dr Lely Retno Wulandary SpM(K) memaparkan, selama ini penjualan obat untuk pasien diperhatikan dengan baik. ”Pembelian obat label merah harus disertai resep dokter,” tutur dia.

Menanggapi maraknya pasien yang membeli obat tanpa resep dan cukup dengan menunjukkan botol obat, dia menyampaikan hal tersebut tidak berlaku di apotek Malang Eye Clinic.

”Kalau meneruskan tetap tidak boleh, kami akan periksa lagi bagaimana keadaan matanya,” tutur dia. Sedangkan untuk pembelian obat dengan label biru, pihaknya menyatakan juga akan memeriksa keadaan mata pasien terlebih dahulu.

Pewarta : nr2
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani