Sakit Gigi Bisa Bikin Bayi Lahir Prematur, Ini yang Dilakukan Puskesmas Gribig

KOTA MALANG – Bukan hal baru lagi jika beberapa ibu hamil (bumil) mengalami sakit gigi saat masa kehamilannya semakin membesar. Sayangnya, sakit gigi sering dianggap remeh oleh bumil.

“Padahal sakit gigi di usia kehamilan bisa berakibat banyak risiko. Diantaranya bayi lahir prematur dan lahir dengan berat badan yang kurang,” kata Kepala Puskesmas Gribig, drg. Dinna Indarti.

Mengantisipasi risiko itu, Puskesmas Gribig membuat buku cek gigi untuk ibu hamil. Dalam buku itu tak hanya berisi jadwal kontrol gigi saja. Namun ada rangkuman edukasi menjaga kesehatan gigi hingga bahaya meremehkan sakit gigi.

“Jadwal periksanya ini ada dari trisemester 1, 2, dan 3. Kita juga edukasi kalau ada yang mau cabut gigi itu ada waktunya. Nggak boleh sembarangan,” bebernya.

Pencabutan gigi yang boleh dilakukan bumil adalah pada saat usia kandungan memasuki trimester 2 atau 6 bulan. Pencabutannya pun harus berkoordinasi dengan spesialis kandungan dan dokter gigi.

“Kalau trimester pertama takutnya anastesi yang kita beri saat cabut gigi bisa bikin keguguran. Kalau trimester 3, bisa bikin bayi lahir prematur,” jelasnya.

Program ini baru digeber pada tahun 2019. Dibantu kader, Puskesmas Gribig mulai gencar mensosialisasikan. Harapannya dengan program ini, bumil dapat menjaga kesehatan gigi dan segera periksa jika giginya mulai nyeri.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia