Sakit, Dua Jemaah Haji Kloter 19 Masih Di Tanah Suci




JawaPos.com – Dua orang Jamaah Haji yang tergabung di kloter 19 embarkasi Batam tidam dapat ikut kembali ke tanah air dengan jamaah haji lainnya. Hal itu dikarenakan, kedua jamaah itu tengah sakit. Sehingga kepulangannya harus ditunda.



Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Kepri, Syahbudi menjelaskan, kedua jamaah tersebut adalah Nuhaida Pakih Batuah asal Karimun dan Dahniar Ece Yusuf asal Batam.




“Ditunda sampai kondisinya membaik,” kata Syahbudi di Batam, Selasa (18/9).



Jamaah haji kloter 19 ini, lanjut Syahbudi, pulang ke daerah asalnya pada hari ini, Selasa (18/9). Mereka dipulangkan melalui kapal laut dan bus. Mereka tiba di tanah air, Senin (17/9) malam sekitar pukul 22.00 WIB, di Bandara Hang Nadim Batam.





Kloter 19 yang tiba di tanah air berjunlah 442 jamaah haji dan lima petugas. 176 orang jamaah merupakan warga Batam, 199 warga Kabupaten Karimun dan 66 warga Kabupaten Bintan.



Sampai saat ini, total jemaah haji Embarkasi Batam yang sudah tiba sebanyak 8.495 orang. Sementara jamaah Embarkasi Batam yang meninggal di Tanah Suci secara keseluruhan berjumlah 26 orang. “Umumnya mereka meninggal disebabkan saluran pernapasan dan penyakit jantung,” paparnya.



Guna memantau kesehatan jemaah yang baru kembali dari Arab Saudi, petugas memasang alat pemindai tubuh di Bandara Hang Nadim Batam yang diletakan di area yang akan dilalui jemaah haji.



Alat ini berfungsi memindai suhu tubuh para jamaah yang baru kembali. Ia akan secara otomatis berbunyi jika suhu tubuh jemaah haji mencapai 37,05 derajad celcius. Sejauh ini, belum ditemukan permasalahan sampai kloter 19 ini.



(bbi/JPC)