Sabetkan Clurit di Acara Kuda Lumping, Pria Tajinan Diringkus Warga

TUMPANG – Mabuk memang penyebab berbagai masalah. Termasuk apa yang terjadi pada Siswanto, pria asal Dusun Purboyo, Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Gara-gara tidak terima ditegur karena ugal-ugalan di jalan saat pegelaran Kuda Lumping di Dusun Krajan RT 24 RW 2 Desa Kidal Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, ia gelap mata dan membacok Mochamad Faisal, remaja 17 tahun yang masih duduk di bangku SMK.

Kejadian berdarah yang terjadi pada Minggu, (21/7) dini hari tadi terjadi di sekitar lokasi parkir hiburan kuda lumping di daerah Tumpang, Kabupaten Malang.

“Korban yang saat itu menjaga parkir motor hanya berniat menegur pelaku yang melintas jalan dengan ugal-ugalan naik motor bersama temannya,” ujar Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah.

Pelaku berboncengan naik sepeda motor tanpa mengurangi kecepatan dan memainkan mesinnya dengan cara membleyer keras sepedanya. “Saat ditegur oleh korban dan warga lainnya, pelaku melawan dan mengeluarkan sebilah celurit kemudian membacok korban,” cerita Ainun.

Korban pun mengalami luka pada bagian kepala sebelah kanan dan kiri, hingga bagian punggung. Sedangkan teman pelaku berhasil melarikan diri bersama sepeda motornya.



Endang Boyong, saksi yang ada di lokasi pun berhasil merebut celurit dari tangan pelaku. Selanjutnya, pelaku pun diamankan petugas Polsek Tumpang yang melakukan pengamanan giat tersebut dan dibawa ke Mako polsek Tumpang berikut barang buktinya. Sedangkan korban dibawa ke RS Sumber Santoso Tumpang untuk di lakukan perawatan.

“Diduga pelaku dalam pengaruh minuman keras, terbukti dari bau mulutnya ketika diinterogasi,” tutup Ainun.

Siswanto pun dituntut pidana karena dengan sengaja membawa dan menggunakan senjata tajam hingga melakukan tindak kekerasan terhadap anak sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat (1) Undang undang Darurat no. 12 Tahun 1951 Jo. Pasal 76C UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Pasal Perlindungan Anak.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Humas Polres Malang
Penyunting: Fia