SABAR Nomor 1, Dhafir-Dayat Nomor 2

SABAR Nomor 1, Dhafir-Dayat Nomor 2

Nomor ini sangat penting karena akan menjadi nomor urut kertas suara yang bakal dicoblos masyarakat pada 27 Juni 2018. Sehingga, penomoran ini akan digunakan sebagai bahan kampanye untuk memudahkan masyarakat mengingat pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada 2018 mendatang.

Terkait nomor urut tersebut, Ahmad Dhafir, calon bupati Bondowoso mengungkapkan, nomor bukanlah suatu hal yang menjadi patokan. Namun, dirinya menyambut baik dirinya dengan nomor dua. Selain mudah untuk dicoblos, dia mengartikan jika nomor dua itu artinya dua periode. “Pertanda alam, bakal dua periode,” ujarnya sembari diiringi senyum gurauan. Artinya, dirinya optimis bisa merengkuh kemenangan dalam Pilkada 2018.

Hal senada diungkapkan Ketua DPD Golkar Supriadi selaku partai pendukung Dhafir-Dayat. Nomor urut bukanlah hal yang penting. Namun, hal terpenting adalah bagaimana bisa menggerakkan masyarakat agar memilih pasangan Dhafir-Dayat pada 27 Juni 2018 nanti. “Golkar pada 2014 ada lebih dari 40 ribu suara, dan itu akan kami maksimalkan lagi pada pilihan bupati tahun ini untuk mendukung Dhafir-Dayat,” terangnya. 

Wakil Sekretaris Tim Pemenangan SABAR Syaiful Bahri Husnan mengatakan, nomor satu dan dua adalah nomor yang sama-sama baik. Ketika Sabar menjadi nomor urut satu, baginya itu juga menjadi tanda kemenangan. “Nomor urut satu menjadi tanda kemenangan kita,” terang Sekretaris DPC PPP Bondowoso ini.


Dijelaskan, walau pasangan SABAR hanya didukung dua partai parlemen, pihaknya tetap optimis menang. Simpul-simpul kemenangan bukan hanya pada partai pengusung, namun pada titik masyarakat. “Gerakan rakyat, seperti banner itu banyak dari rakyat,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Sinung Sudrajat dari PDIP. Menurutnya, nomor juga bukan hal yang menentukan, karena penentuannya ada pada rakyat. Sehingga, ke depan pihaknya akan memperkuat basis massa di tengah masyarakat. “Agar bisa memilih Salwa-Bachtiar,” pungkasnya. 

(jr/hud/ram/das/JPR)