Saatnya Kubur Rekor Kelam Laga Tandang

KOTA MALANG – Selama ini Arema FC punya rekor kelam selama laga tandang di Liga 1 2019. Sebab, dari 8 pertandingan laga tandang, Singo Edan menelan 6 kali kekalahan, sekali seri, dan hanya sekali menang.

Nah, ke depan bakal menjadi tantangan bagi Arema. Sebab, dari 14 laga sisa di kompetisi ini, ada 9 laga away atau tandang yang sudah menunggu. Sedangkan laga home atau kandang hanya 5 pertandingan.

Hamka Hamzah dkk juga harus melakoni jadwal lumayan padat. Sebab, dari 14 laga itu harus diselesaikan 70 hari. Jika terhitung mulai hari ini (14/10) sampai berakhirnya kompetisi 22 Desember. Artinya, rata-rata Arema harus bermain sekali dalam 5 hari.

Pelatih Arema FC Milomir Seslija pun tidak ingin lagi memperoleh hasil buruk di 14 laga sisa. Baik laga yang berlangsung di kandang sendiri, atau tandang harus bisa dimenangkan. Atau minimal bisa membawa pulang poin.

”Saat ini tim siap untuk menghadapi sisa pertandingan musim ini,” kata pelatih yang akrab disapa Milo tersebut. Tentu memang tidak mudah untuk bisa mendapatkan poin penuh di laga luar rumah.

Namun, tentu saja bukan tidak mungkin. Apalagi, jika melihat performa para penggawa Arema saat ini yang lapar kemenangan. ”Tren (kemenangan) ini harus terus kami lanjutkan,” kata pelatih dengan lisensi UEFA Pro tersebut.

Sebelumnya, Arema merengkuh dua kemenangan dengan clean sheet beruntun. Saat menang 4-0 atas PSS Sleman (24/9) dan menang 2-0 atas PSM Makassar (2/10). Tapi, dua laga tersebut berlangsung di kandang sendiri.

Sekarang ini ujian konsistensi kemenangan itu ada di luar kandang. Sebab, paling dekat Singo Edan dihadapkan tiga laga tandang beruntun. Yaitu, melawan PSM, Persipura Jayapura, dan PS TIRAPersikabo (baca grafis).

Milo pun optimistis dengan kemampuan para pemainnya saat ini. Terlebih ada progres yang memuaskan pascalatihan fisik di Pantai Balekambang Jumat lalu (11/10). ”Di lingkungan (latihan) yang berbeda itu  kami meningkatkan chemistry team,” ungkap mantan pelatih Madura United dan Persiba Balikpapan itu.

Dengan chemistry team tersebut, Milo melanjutkan, para pemain akan lebih kompak dalam bermain. ”Saat bersama, kami pasti lebih kuat,” kata pelatih berkebangsaan Bosnia Herzegovina itu. Karena itu, lawan siapa pun tidak perlu ditakutkan. Termasuk laga away. ”Asalkan semua pemain menunjukkan daya juang lebih (dari lawan),” pungkas Milo.

Pewarta : nr9
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Aris Dwi Kuncoro