Saat Tahu Datang Dari Indonesia, Kobe Langsung Memberi Apresiasi

JawaPos.com-Seperti jutaan orang di dunia, Jawa Pos juga menyimpan sederet kenangan bersama Kobe Bryant.

Dari catatan sejarah panjang peliputan NBA terselip nama besar legenda Los Angeles Lakers tersebut. Yang begitu berduka dengan kepergian Black Mamba, julukan Kobe, adalah kontributor Jawa Pos Bobby Arifin.

Baru akhir pekan lalu Bobby pulang meliput langsung sejumlah laga di NBA. Dan ketika baru menginjakkan kaki di tanah air, kabar duka itu datang. ’’Dia adalah legenda NBA paling friendly yang pernah saya temui,’’ kata Bobby.

Bobby bercerita bahwa dia tiga kali bertemu Kobe dalam momen yang intens. Pertama dan paling berkesan adalah saat dia berjumpa Kobe di kandang lama Lakers, The Great Western Forum pada 1998.

Saat itu, Bobby memang mengincar Kobe untuk berfoto bersama dan berbincang. Dia memiliki feeling, Kobe bakal menjadi pemain besar di masa depan.

”Akhirnya berhasil ketemu, salaman, minta foto. Dia orangnya akomodatif. Walau sudah ada aura bintang, tapi masih mau melayani foto. Bahkan Kobe tanya saya dari mana. Saya jawab dari Indonesia. Dan Kobe mengrapresiasi saya yang mau nonton Lakers, jauh-jauh dari Indonesia,” kata Bobby.

Pertemuan kedua dan ketiga terjadi pada Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012.

Di London, Bobby sengaja bertanya dengan bahasa Italia kepada Kobe. Tujuannya agar terjalin keakraban. ”Auguri, che lei persona in gamba per campione.”. Maksudnya, Bobby ingin mendoakan agar Kobe jadi MVP pada Olimpiade London 2012.

Kobe yang pernah tumbuh di Italia dan fasih berbahasa Italia mengucapkan banyak terima kasih. “Auguri, auguri, grazie mille.”

”Dia betul-betul sosok bintang yang sangat hangat,” ucap Bobby. ”Mungkin yang menyamai itu Shaq (Shaquille O’Neal),” tambahnya.

Sugeng Deas bertemu dengan Kobe Bryant pada 2008. (Dok Jawa Pos)

Seperti Bobby, fotografer senior Jawa Pos Sugeng Deas juga pernah bersua Kobe pada 2008, kala meliput persiapan Team USA menghadapi Olimpiade Beijing.

Kesan yang ditangkap Sugeng dari pertemuan tersebut adalah keramahan luar biasa, seakan Kobe sama sekali tidak menyandang status sebagai bintang besar.