Ruwetnya Izin jika Nama Jalan Jadi Diubah oleh Pemkot Surabaya

JawaPos.com – Protes bermunculan saat pemkot mengusulkan sepuluh nama jalan baru. Imbasnya, tujuh jalan yang sudah ada bakal diubah. Warga terdampak harus siap-siap mengubah identitasnya. Salah seorang warga pernah merasakan dampaknya.

Perubahan nama pernah terjadi di Jalan Kedung Cowek. Jalan yang memanjang dari perempatan Kenjeran hingga Suramadu itu berubah nama menjadi Jalan Muhammad M. Noer. Perubahan nama tersebut ternyata masih bikin repot warga meski sudah sembilan tahun diubah.

”Waduh. Pokoknya jangan ada lagi perubahan nama jalan lah. Kasihan warga. Cukup kami saja,” kata Dodik (nama samaran), salah seorang warga Kedung Cowek yang terdampak perubahan nama jalan, kemarin (16/7). Dodik memiliki dua persil bangunan di sana. Satu digunakan untuk rumah, yang lainnya dijadikan sebagai tempat usaha.

Berdasar pengalamannya, persil rumah tinggal tak begitu direpotkan dengan perubahan alamat itu. Sebab, dia hanya perlu mengganti KK dan KTP. Namun, untuk alamat usaha, dia mengatakan repotnya buka main.



Seluruh izin harus diubah. Sistem online yang sudah diterapkan pemkot otomatis menolak proses input data jika nama alamat tidak sama dengan yang ada di KTP. Padahal, di perizinan sebelumnya nama alamat tersebut berbeda. ”Akhirnya harus menunggu sampai izinnya habis. Baru sekalian diganti. Kalau untuk saya, baru kelar semua dua tahunan,” lanjutnya.

Dodik mengaku rugi uang dan waktu. Dia dibuat mondar-mandir untuk mengurus dokumen bank, kependudukan, dan perizinan. Dia juga harus mengeluarkan uang untuk membayar biaya konsultan perizinan.

Bahkan, hingga sembilan tahun ini, banyak yang belum tahu bahwa Jalan Kedung Cowek sudah diubah menjadi Jalan Muhammad Noer. Mayoritas warga masih familier dengan nama Kedung Cowek. Untuk pengusaha seperti Dodik, banyak klien yang bingung mencari alamat tempat usahanya.