Rutin USG Cegah Kematian Janin

Rutin USG Cegah Kematian Janin

USG merupakan temuan luar biasa dalam kedokteran. Terbosoannya sama dengan temuan antibiotik. USG mengubah paradigma dalam praktek kedokteran sehari-hari. Kelainan bawaan yang bisa dideteksi dengan USG adalah pertumbuhan janin terhambat (PJT) hingga prediksi preeklampisia.

“Lewat pemeriksaan USG dan CTG (alat untuk menghitung pola denyut bayi dengan kontraksi rahim), contoh jika janin kekurangan oksigen maka ada gambaran berupa denyut jantung janin yang terganggu,” kata Konsultan Fetomaternal dari RSAB Harapan Kita Dr Irvan Adenin SpOG(K), dalam keterangan tertulis, Rabu (3/1).

PJT dapat berdampak fatal pada perkembangan calon bayi. Sejauh ini, 26 persen bayi meninggal diakibatkan adanya gangguan pertumbuhan janin. Tapi, sebanyak 70 persen kematian bayi akibat PJT dapat dicegah melalui pemeriksaan rutin USG. Sebab, kelainan janin bisa dikenali sebelum usia 34 minggu.

“Jika PJT terdeteksi di minggu ini, maka pilihan terbaik adalah dilahirkan dini. Karena jika dibiarkan dalam uterus seperti orang dipenjara, tidak akan mendapat asupan makanan maksimal sehingga berisiko janin meninggal karena hipoksia (kekurangan oksigen di otak),” paparnya. Sehingga, ada baiknya jika ibu hamil melakukan 3 kali USG selama kehamilan.

Pertumbuhan janin juga dapat dipantau dengan kurva pertumbuhan, pemeriksaan air ketuban dan ukuran lingkar perut janin. Jika tidak dipantau dan terlanjur dalam kondisi PJT, maka bisa menyebabkan janin kejang-kejang karena kurang oksigen, retardasi mental janin, serebral palsu dan jika dilahirkan saat dewasa akan berisiko diabetes dan hipertensi selain meninggal.

“Untuk mencegah PJT salah satu upaya mendapatkan kehamilan sehat adalah dengan memelihara kesehatan pembuluh darah ibu/calon ibu. Jika ibu memiliki penyakit hipertensi dan diabetes, maka harus dikendalikan penyakitnya,” jelasnya.

Untuk memantau PJT, maka penting dilakukan USG. Kapan sih jadwal yang tepat bagi bumil melakukan USG?

USG Pertama

Pertama, pada trimester pertama (minggu 6-24 minggu) tujuan USG untuk mengetahui usia kehamilan secara akurat. Haid terakhir tidak dapat menjadi patokan akurat usia kehamilan.

USG Kedua

Dilakukan pada usia kehamilan 18-24 minggu. Di masa kehamilan ini, tepat untuk mengetahui kecacatan janin. Di minggu ini juga dapat dilakukan measure blood flow to the uterus (tekanan aliran darah ke rahim) untuk melihat risiko gangguan tumbuh kembang janin dan risiko preeklamsia.

USG Ketiga

Di minggu 32-34 untuk memastikan manifestasi pertumbuhan janin. Di periode ini jika kondisi pembuluh darah ibu sudah menyempit sejak awal sebelum hamil, barulah muncul manifestasi gangguan. Hal ini karena di usia kehamilan awal, belum ada kebutuhan besar-besaran dari janin sehingga kehamilan akan nampak baik-baik saja.

USG Keempat

Di akhir trimester kehamilan. Dan minggu ke 33-34, pertumbuhan janin tengah mencapai kecepatan maksimal dan janin membutuhkan nutrisi dalam jumlah banyak. Jika pembuluh darah ke rahim menyempit, ibu hamil akan mulai mengalami keluhan, antara lain sesak napas, dan gangguan pertumbuhan janin dapat terdeteksi.


(ika/JPC)