Rutan Solo Musnahkan Barang Sitaan

JawaPos.com – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Solo memusnahkan barang-barang sitaan dari warga binaan. Ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-55.

Kepala Pengamanan Rutan Kelas IA Solo Andi Rahmanto menyampaikan, barang-barang yang dimusnahkan merupakan barang terlarang yang dibawa warga binaan. Di antaranya gawai, gunting, alat tato, charger, sendok dan berbagai barang terlarang lainnya.

“Barang-barang yang kami musnahkan adalah hasil razia yang dilakukan sejak Agustus 2018 di kamar warga binaan. Barang-barang tersebut dilarang, makanya kami lakukan penyitaan, ” terang Andi kepada JawaPos.com di sela pemusnahan, Sabtu (27/4).

Pihak rutan akan memberikan sanksi tegas terhadap warga binaan yang terbukti melanggar dengan membawa barang terlarang. Salah satunya dengan ditempatkan di sel khusus. Warga binaan yang membawa narkoba akan dikenakan sanksi administratif berupa larangan mengajukan remisi.

“Kemudian warga binaan juga tidak bisa mengajukan bebas bersyarat, cuti bersyarat, dan tidak bisa mengajukan untuk program-program binaan lainnya,” imbuh Andi.

Apakah ada warga binaan yang membawa narkoba? Andi menyampaikan, sampai saat ini belum mendapatinya. Meski begitu, pihak rutan terus melakukan pengawasan terhadap warga binaan guna mengantisipasi masuknya narkoba. “Sampai saat ini untuk narkoba masih zero,” katanya.

Adapun barang-barang sitaan yang dimusnahkan di antaranya 41 gawai, 30 kartu perdana, 12 alat judi dadu, 25 charger, dan 57 alat pencukur jenggot. Kemudian ada 1 mesin tato, 6 gunting stainless, 9 sendok stainless, dan 29 buah pisau. Pemusnahan barang-barang tersebut dilakukan dengan cara dibakar di dalam tong.