Rupiah Menguat, Menkeu Tetap Resah soal Defisit Transaksi Berjalan

JawaPos.com – Nilai tukar mata uang rupiah makin perkasa melawan dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip YahooFinance, saat ini mata uang Garuda making menguat di level 13.675 per dolar AS.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menuturkan, pemerintah masih terus mencermati perkembangan geopolitik dan perekonomian global yang dapat mempengaruhi nilai kurs. “Ya, kan kita masih akan lihat satu tahun ini. Biasa dinamika nilai tukar kita akan terus menghitung berdasarkan perkembangan dari ekonomi dalam negeri dan global,” ujarnya saat ditemui di gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jakarta, Selasa (14/1).

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah berharap perang dagang negeri Paman Sam dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) akan menemukan titik terang. Sebab, hal tersebut akan berimbas pada arus modal masuk atau capital inflow tanah air.

“Kalau dari global kan dengan harapan adanya perjanjian AS dengan RRT kemudian suku bunga yang rendah secara global itu menyebabkan capital inflow,” tuturnya.

Meskipun demikian, Sri Mulyani menambahkan, pemerintah tetap mewaspadai defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit) yang akan mempengaruhi ruang fiskal negara. “Tapi di sisi lain kita juga masih waspada karena CAD kita masih ada. Jadi, kita akan lihat dalam satu tahun ya perkembangannya dan pengaruhnya kepada APBN kan tidak dilihat per hari,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri