Runway Terkelupas, Bandara Juanda Ditutup, 11 Penerbangan Terganggu

JawaPos.com – Bandara Internasional Juanda ditutup tiga jam kemarin (7/2). Penyebabnya, aspal landasan pacu (runway) terkelupas. Akibatnya, calon penumpang menumpuk. Selain itu, banyak penerbangan yang tertunda dan dialihkan.

Terkelupasnya aspal landasan pacu tersebut diketahui pada pukul 08.40.

Saat hendak take off, pilot pesawat Batik Air ID 6391 tujuan Cengkareng memberitahukan adanya lubang di touchdown runway 10 kepada pihak tower. Angkasa Pura (AP) I lantas menerbitkan notice to airmen (notam). Tujuannya, menutup operasi Bandara Juanda. Sebab, kerusakan landasan pacu tersebut membahayakan. Runway ditutup mulai pukul 09.15 hingga 12.00.

BANDARA TUTUP: Penutupan Bandara Juanda Surabaya berakibat pada penumpukan penumpang di terminal 1. Penerbangan mengalami delay. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Efeknya berantai. Sedikitnya 11 penerbangan terganggu. Ada tujuh penerbangan yang dialihkan (divert) ke bandara terdekat. Misalnya Denpasar dan Semarang. Satu penerbangan internasional SQ930 return to base (RTB) ke Singapura. Tiga pesawat sisanya kembali ke apron lagi.

General Manager PT AP I Juanda Heru Prasetyo menjelaskan, aspal tersebut terkelupas saat masa pemeliharaan runway. Ditambah lagi, cuaca hujan. Akibatnya, kualitas runway tersebut semakin buruk. “Dari segi teknik, ada air yang masuk dalam rongga aspal itu. Sehingga saat dihantam dengan roda pesawat, aspal tidak mampu menahan bebannya dan akhirnya terkelupas,” jelas Heru.

Heru menuturkan, hal tersebut sudah dipetakan sebelumnya. Runway yang ada saat ini merupakan bagian dari pengerjaan overlay yang belum tuntas. Dari target panjang 3.000 meter, baru terselesaikan 1.700 meter. “Yang sudah jadi ini sedang dalam pemeliharaan yang rencananya selesai Maret depan,” imbuhnya.

Heru menegaskan, sebenarnya inspeksi dan pemeriksaan runway sudah maksimal. Pemeriksaan biasa dilakukan dalam dua waktu. Yakni, malam sekitar pukul 23.00 dan dini hari pukul 03.00. Namun, hal tersebut tidak berlaku saat hujan. Karena itu, pemeriksaan kondisi runway berkurang. “Ya, kendala kami memang di situ. Saat hujan dan angin kencang, kami tidak laksanakan,” paparnya. Akibatnya, runway kembali terkelupas.

Lubang di landasan pacu tersebut terlihat baru saja ditambal. Hal itu terbukti dari adanya bagian aspal baru yang tersisa di pucuk lubang. Aspal tersebut menyisakan lubang dengan ukuran sekitar 120 x 60 sentimeter yang berkedalaman 4 sentimeter. Kemudian, oleh pihak teknik bandara, lubang tersebut ditambal dengan aspal baru dengan ukuran 3 x 6 meter. “Ini sudah sesuai dengan SOP teknik sipil yang berlaku,” tegas Heru.

Kemarin terjadi penumpukan calon penumpang di ruang tunggu bandara. Karena terbatasnya jumlah kursi, sebagian calon penumpang duduk di lantai. Beberapa orang terlihat cukup jenuh dengan waktu tunggu yang cukup lama tersebut.

M. Khudori, calon penumpang dari Gresik, mengatakan seharusnya sudah berangkat dengan maskapai Citilink menuju Lombok pada pukul 09.25. Dia sampai di Bandara Juanda sekitar pukul 08.00. “Lah, sedang enak-enak nunggu, kok dibilang bandara ditutup dan penerbangannya ditunda semua,” keluh pegawai swasta yang sedang ambil cuti untuk liburan tersebut.

Terkelupasnya runway Bandara Juanda mengakibatkan beberapa pejabat terhambat terbang ke Jakarta. Ada pula yang harus mengisi seminar di Surabaya pagi hari harus mengubah jadwal pada sore harinya. Belum lagi di Surabaya kemarin berlangsung rangkaian acara Hari Pers Nasional (HPN) mereka juga harus mengubah jadwal kehadiran.

Salah satunya dialami Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Dia dijadwalkan mengisi kuliah umum di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya pada pukul 13.00. Namun, tepat di jam itu Unusa mengabarkan bahwa pesawat yang rencananya dinaiki Luhut terlambat karena penutupan bandara.

AP I menyatakan sudah berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memberikan hak penumpang sesuai prosedur. Heru tidak bisa menyebutkan angka pasti kerugian akibat penutupan bandara selama tiga jam tersebut. “Yang pasti, tinggal kalikan jumlah pesawat terdampak dan jumlah penumpangnya.”

Dia juga menyadari bahwa jadwal penerbangan selama satu hari kemarin bakal kacau. Karena itu, dia menyediakan tambahan waktu operasional.

Di sela-sela menunggu kepastian jadwal pemberangkatan, kerumunan calon penumpang di depan hotel bandara terminal 1 (T1) dikejutkan dengan runtuhnya plafon ruang tunggu. Peristiwa itu terjadi pada pukul 11.50. Runtuhan plafon hampir menimpa dua orang yang berdekatan dengan tempat itu. Juga banyak lubang bekas plafon yang jatuh. Heru menyatakan, hal itu juga dipengaruhi tingginya intensitas hujan. “Ini sedang kami ajukan anggaran untuk memperbaiki itu juga,” katanya.

Sementara itu, pakar transportasi udara dari Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Ervina Ahyudanari mengatakan, terkelupasnya suatu lapisan material (delamination) biasanya disebabkan beberapa hal. Salah satunya, buruknya ikatan antara lapisan material aspal yang baru dan yang lama.

Ikatan yang buruk bisa disebabkan persiapan permukaan yang tidak tepat atau pelapis mantel sebelum lapisan-lapisan pelindung yang relatif tipis. “Hilangnya ikatan dapat disebabkan faktor lingkungan seperti masuknya air dan siklus yang berulang,” papar dia.

Ervina menuturkan, delaminasi bisa disebabkan oleh rembesan air melalui aspal, terutama pada retakan. Bisa juga disebabkan oleh pembersihan yang tidak memadai. 

Editor           : Ilham Safutra

Reporter      : (din/ayu/c11/git)