Rumah Numpang Tetangga, Makan Nunggu Uluran Tangan Dermawan

Rumah Numpang Tetangga, Makan Nunggu Uluran Tangan Dermawan

JawaPos.com – Tingginya kemiskinan di Kota Santri wajib menjadi perhatian pemerintah setempat. Bagaimana tidak, masih banyak keluarga miskin yang membutuhkan uluran tangan dari pemerintah.

Seperti yang dialami Jumati,Warga Dusun Kampung Utara, Desa Perante, Kecamatan Asembagus. Menurut informasi yang berhasil diperoleh koran Ini, wanita 48 tahun itu tinggal bersama empat anaknya di rumah milik saudaranya. Dia mengaku ditinggal mati suaminya sejak satu tahun yang yang lalu. “Saya memang tidak mempunyai KTP, tapi saya asli orang Asembagus. Hanya saja kebetulan suami saya orang Ambon, saya ikut ke Ambon. Disana saya sepuluh tahun. Karena suami saya meninggal, saya pun kembali ke sini,” ungkapnya saat diwawancarai kemarin (17/01).

Kepada koran ini, Jumati juga menceritakan mengenai keluh kesahnya selama setahun terakhir. Menurutnya, hidupnya sangat susah. Dia harus membesarkan empat orang anak dalam keadaan yang cukup memprihatinkan. “Saya cukup susah di sini. Suami tidak ada. Anak saya sebanarnya limas, satu meninggal. Untuk makan saja saya harus menunggu pemberian dari orang. Adakalanya saya di beri uang, adakalanya diberi beras,” ungkapnya.

Namun dengan kehidupan seperti itu, jumati masih sempat menyekolahkan anak pertamanya. Menurutnya dia tetap menginginkan anaknya bisa sekolah dengan baik. “Yang sekolah anak saya cuma Bilal, anak pertama. Sekarang sudah kelas dua SD. Yang lain inginnya di sekolahkan TK. Tapi apa daya, untuk makan saja susah, apalagi sekolah TK,” terang Jumati.

Mengenai Biaya sekolah Bilal, Jumati mengaku bahwa dirinya memberanikan diri untuk meminta bantuan kepada pihak sekolah. Alhasil, usahanya tersebut mengantarkan anak pertamanya dapat mengenyam bangku pendidikan. “Saya datang dan terus terang kepada kepala sekolah. Saya bilang kalau saya orang miskin, orang tidak mampu,” ungkapnya.



Selain itu, Jumati menambahkan bahwa dirinya sangat berharap bantuan dari pemerintah setempat. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada bantuan yang pernah dia terima.

“Belum ada bantuan yang saya dapat. Baik itu Raskin (beras miskin), maupun bantuan yang lainnya,” imbuhnya.

Dikonfirmasi di tempat yang berbeda, kepala Dinas Sosial, H. Lutfi Joko Prihatin, menyampaikan bahwa kabar mengenai Jumati itu masih belum sampai ke pihaknya. Akan tetapi, saat koran ini memberi tahu keadaan Jumati, H. Lutfi langsung menyatakan kesiapannya untuk membantu yang bersangkutan.

“Kabar itu belum masuk. Harusnya laporannnya dari pemerintah desa atau kecamatan setempat. Bisa jadi hal itu dikarenakan dia tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Akan tetapi kami  siap membantu. Hari ini atau besok, akan kami kirimkan bantuan untuk yang bersangkutan. Bantuan yang akan kami berikan berupa sembako dan kebutuhan rumah tangga. Dan kalau ada anak sekolahnya, akan kami belikan seragam,” ungkap H. Lutfi saat diwawancarai di kantornya.

H. Lutfi juga menghimbau kepada pihak yang bersangkutan agar segera mengurus KTP agar bisa dimasukkan ke daftar AKP (Angka Kemiskinan Partisipatif). “Di dalam KTP itu kan ada Nomor Indu Kependudukan, dan nomor induk setiap orang pasti berbeda-beda. Kalo data itu valid, nanti bisa kita usulkan agar terus mendapat bantuan,”  terang H. Lutfi. (cw1)