Rumah Namsin, Toko Onderdil Moge Pertama di Malang

MALANG KOTA – Di zaman penjajahan Belanda, kawasan Kayutangan, kini Jalan Basuki Rachmad, Kota Malang, ini pernah menjadi pusat ekonomi orang Eropa. Jejak itu masih tersisa yang ditandai dengan adanya bekas toko onderdil khusus motor gede (moge) jenis Harley Davidson. Bangunan toko itu masih kokoh hingga kini. Namanya Rumah Namsin di Kayutangan Nomor 31.

Karena itu saat ikut acara Heritage Trail 1 pada Minggu (22/4), Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Malang Eddy Wahyono kaget dapat informasi itu. Penjelasan jika Rumah Namsin bekas toko onderdil Harley Davidson disampaikan Yehezkiel Jefferson, salah satu anak pemilik rumah tersebut. Dan itulah toko onderdil Harley Davidson pertama di Malang yang dibuka tahun 1940-an. ”Lho iya to, wah kami malah tidak tahu,” sahut Eddy sambil menapaki tangga menuju ke lantai dua di rumah tua itu.

Namun, toko yang waktu itu dikelola orang Belanda kemudian tutup sejak masuknya Jepang yang merebut wilayah Hindia Belanda. Sejak saat itu, rumah yang dibangun pada 1900-an itu kemudian berpindah tangan ke warga Tionghoa yang bernama Namsin. Jadi, hingga saat ini rumah itu dikenal dengan sebutan rumah Namsin.

Maka, dengan saksama Eddy Wahyono terus mendengarkan pemaparan tentang rumah Namsin. Dengan semangat dia mengamati hampir semua sudut rumah yang masih berdiri kokoh. Di rumah itu terdapat perabot mebeler kuno yang kokoh. Di ruang depan lantai dua terdapat meja besar yang dikelilingi kursi kayu yang masih utuh. Ruang tersebut sepertinya untuk meeting.

Selain itu, ada sebagian koleksi foto-foto kuno milik penghuni rumah. Sehingga hal tersebut akan mengingatkan pengunjung kepada masa lalu.

Rumah Namsin menjadi salah satu andalan yang ditawarkan Kampung Wisata Heritage Kayutangan yang Minggu lalu (22/4) baru di-launching menjadi Kampoeng Heritage Kajoetangan. Di rumah yang kental dengan arsitektur Eropa tersebut menyajikan kenangan masa lalu yang menarik. Apalagi posisinya persis di pinggir Jalan Basuki Rachmad yang mudah dijangkau. (lid/c2/abm)