Rumah Milik Pasangan Eddy Widodo Pratomo-Putri Untasnia. Berkonsep Kebun, Rimbun nan Anggun

Tinggal di pusat kota kadang menjemukan bagi sebagian orang. Namun, mungkin tidak bagi pasangan Eddy Widodo Pratomo dan Putri Untasnia. Di rumahnya, mereka seolah sedang berkebun. Dengan latar belakang keluarga pencinta kebun, tentu saja rumah mereka benar-benar menjadi ”surga” bagi keduanya. Bagaimana konsepnya?

Tinggal di pusat kota kadang menjemukan bagi sebagian orang. Namun, mungkin tidak bagi pasangan Eddy Widodo Pratomo dan Putri Untasnia. Di rumahnya, mereka seolah sedang berkebun. Dengan latar belakang keluarga pencinta kebun, tentu saja rumah mereka benar-benar menjadi ”surga” bagi keduanya. Bagaimana konsepnya?

Rumah di Perumahan Blimbing Indah F2/8, Kota Malang, ini begitu rimbun. Kanopi yang terhubung dengan gerbang masuk dipenuhi tanaman rambat. Seperti mandevilla yang berbunga kuning dan merah muda. Bunga tanduk rasa dan flame of Irian berdaun hijau juga membuat suasana di depan rumah kian cerah.

Di halaman samping, ada pula ”hutan” kecil yang menambah hawa sejuk. Ada pandan laut berukuran besar berselang-seling dengan pohon palem. Kesan tropis muncul dengan tumbuhan pakis. Di sampingnya, gemercik air pun terdengar dari sebuah kolam berisi ikan koi. Persis di atasnya, ada gazebo yang biasa digunakan tuan rumah untuk istirahat ketika senggang. ”Saat membeli lahan ini, yang saya rencanakan langsung posisi taman dan arah mataharinya,” kata Eddy Widodo beberapa waktu lalu.

Karena rumah tersebut menghadap utara, maka Eddy memilih sisi timur laut sebagai pusat taman. ”Fungsinya agar sinar matahari siang tidak terlalu masuk ke rumah sehingga udara di dalam rumah tetap sejuk,” ungkap pria 59 tahun itu. Eddy mengungkapkan, pembangunan rumah tiga lantai itu membutuhkan waktu sekitar dua tahun dan ditempati sejak 2016.

Tak hanya halaman rumah yang terkesan sejuk. Di beranda, ruang tamu, ruang keluarga, kamar, hingga dapur, kesan hijau juga mendominasi. Berbagai tanaman tampak menghiasi sudut ruang, hingga hiasan meja. Beberapa berbentuk terarium yang anggun, juga pot-pot kecil dengan tanaman sukulen (succulent) dan kaktus warna-warni. ”Untuk di dalam ruangan, memang dipilih tanaman yang mudah perawatannya. Misalnya, kaktus dan sukulen yang tidak membutuhkan banyak air,” ujar alumnus Teknik Sipil ITN Malang itu.



Bukan hanya taman di lantai satu, di lantai dua dan tiga pun Eddy menyediakan lahan khusus untuk tanaman. Di lantai dua, didominasi tanaman hias seperti anggrek dan gelombang cinta. Sementara itu, di lantai tiga terdapat bermacam-macam tanaman buah dalam pot (tabulampot) yang tumbuh subur. Di antaranya, buah jeruk, sawo, dan lain-lain. Selain itu, ada sangkar burung dengan koleksi Love Bird puluhan ekor. ”Lantai dua ini konsepnya hobi, ada ruangan terbuka buat istri saya untuk berlatih dansa, juga anak-anak bermain musik, dan sangkar-sangkar burung sebagian di lantai dua,” ujar pria yang bekerja di bidang properti itu.

Edy mengungkapkan, keluarganya memang suka berkebun. Setiap bepergian ke luar daerah, cenderamata yang dipilih adalah bibit tanaman. Nah, untuk memaksimalkan fungsi taman-taman itu, Eddy memilih menggunakan banyak jendela kaca lebar dan lubang-lubang ventilasi agar kesejukan di halaman masuk ke dalam rumah. ”Meski di perkotaan, suasana rumah tetap sejuk meskipun tidak menggunakan air conditioner (AC). Juga pencahayaan alami maksimal sehingga hemat energi,” terangnya.

Lahan di rumah ini bisa dibilang terbatas. Total luas lahan sekitar 236 meter persegi. Lantai satu menjadi pusat aktivitas keluarga, mulai dari ruang tamu, tiga kamar tidur, ruang keluarga, ruang makan, dan dua dapur, baik dapur kotor maupun dapur bersih.

Agar terkesan luas, dia tidak memisahkan ruang satu dengan ruang lainnya dengan tembok. Edy lebih memilih penggunaan partisi dan kabinet-kabinet untuk membatasi ruang satu dengan yang lain. ”Agar tetap lapang, penggunaan material harus selektif. Juga penataan interior agar tidak terlalu memakan banyak ruang,” ujar Eddy.

”Fungsi gandanya, sekaligus bisa diisi dengan pajangan,” tambahnya. Salah satu contohnya adalah sekat antara ruang tamu dengan ruang keluarga. Eddy menggunakan dua rak kayu sebagai perpustakaan keluarga. Ratusan koleksi buku bacaan keluarga terpajang rapi, sekaligus dapat dinikmati oleh tamu.

Hal lain yang menarik adalah pemaksimalan ruang kamar. Eddy membuat konsep kamar susun di kamar anak-anaknya. Tempat tidur diletakkan di bagian atas ruangan sehingga bagian bawah dapat digunakan sebagai ruang kerja dan ruang belajar yang lapang.

Pewarta: Nurlayla Ratri
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Bayu Eka