Rumah Kawasan Ijen Antirenov

MALANG KOTA – Seringnya rehabilitasi rumah di kawasan Jalan Ijen hingga mengubah struktur bangunan membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang geram. Untuk mengantisipasinya, pemkot mengancam tidak akan menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk bangunan hasil rehab.

”Boleh dialihfungsikan. Tapi, nggak boleh direnovasi,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji menanggapi pembongkaran rumah di kawasan Jalan Ijen kemarin (8/3).

Pantauan Jawa Pos Radar Malang, rumah nomor 4 di Jalan Ijen itu diduga akan direnovasi oleh pemiliknya. Pagar depan sudah tertutup seng setinggi sekitar 2–3 meter. Saat wartawan koran ini mengintai, ternyata genteng di rumah bagian belakang sudah diturunkan. Tapi, pemiliknya tidak ada di lokasi sehingga tidak bisa dikonfirmasi.

Pada 2015 lalu, juga terjadi pembongkaran rumah di Jalan Ijen. Rumah nomor 14 itu hampir berubah wajah secara total sehingga nilai sejarahnya hilang. Wali Kota Malang kala itu, Moch. Anton, mengaku kecolongan.


Sutiaji menegaskan, sikap tegasnya itu tidak hanya berlaku untuk rumah di kawasan Jalan Ijen. Tapi, juga di kawasan lain yang masuk kategori cagar budaya. Hal itu mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan Perda Nomor 1 Tahun 2018 tentang Cagar Budaya.

Mantan anggota DPRD Kota Malang itu akan memperketat penertiban IMB. Khususnya di kawasan heritage. Pihaknya sudah menginstruksikan agar dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) berkoordinasi dengan dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP). ”Dinas terkait nanti saling kroscek. Teknisnya di dinas terkait,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menambahkan, kawasan Jalan Ijen sudah menjadi kawasan heritage. Jadi, jika ada investor memanfaatkan untuk fungsi lain tidak masalah, seperti hotel dan restoran. Namun, tidak bisa dibangun ulang.

”Difungsikan lain boleh, tapi bangun ulang nggak bisa. Kan sudah ditetapkan jadi kawasan heritage,” terang perempuan asal Denpasar, Bali, ini.

Agar tidak kecolongan, pihaknya akan bekerja sama dengan DPMPTSP Kota Malang. Hasilnya, dia mengetahui saat ini ada tiga pengajuan IMB yang minta rekomendasi dari Disbudpar Kota Malang. ”Selalu minta rekomendasi dari kami kalau ada yang mengajukan IMB (di kawasan heritage). Saat ini ada tiga pengajuan yang minta rekom ke kami,” tandasnya.

Upaya lain yang dilakukan untuk melindungi bangunan cagar budaya, Ida Ayu akan memperbanyak kawasan heritage. Pada 2019 ini, pihaknya bakal mengajukan sekitar 35 titik untuk kawasan heritage. Termasuk Pendapa Kabupaten Malang. ”Tahun lalu (2018) ada 32 titik yang resmi,” ungkapnya.

Pengajuan tersebut bakal dilaksanakan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) pertengahan 2019 ini. Karena awal 2019 ini sudah tidak memungkinkan. ”Bisanya pada PAK nanti,” ujarnya.

Pewarta            : Imam Nasrodin, M.Badar Risqullah
Copy Editor       : Dwi Lindawati
Penyunting        : Mahmudan
Fotografer         : Darmono