Rudiantara: 'ICT Spending' per Kapita Malaysia Enam Kali Indonesia

JawaPos.com – Nilai ekonomi digital di Indonesia pada tahun depan diperkirakan mencapai USD 130 miliar atau sekitar 11 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Guna mencapai potensi tersebut, dibutuhkan infrastruktur penunjang yang memadai.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, sayangnya pembangunan infrastruktur digital masih tertinggal di belakang negara-negara di Asia Tenggara. Sebagai perbandingan, belanja TIK (ICT spending) per kapita di Malaysia dan Singapura masing-masing mencapai 0,6 dan 0,3 dari PDB mereka.

“ICT spending per kapita Malaysia itu enam kali dibandingkan Indonesia,” katanya saat menjadi pembicara diskusi di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (12/9).

Akan tetapi Rudiantara menyadari, salah satu faktor ketimpangan tersebut yaitu kondisi geografis Indonesia yang berupa negara kepulauan. Dia menjelaskan, butuh upaya lebih besar untuk membangun konektivitas komunikasi di negara kepulauan.



“Kita behind Singapore, behind Malaysia, dan behind Thailand. Kenapa? Kita negara kepulauan, mereka negara daratan, (mereka) narik kabel lebih gampang,” terangnya.

Kondisi geografis ini juga menyebabkan tingkat kecepatan internet antara satu wilayah dan wilayah lain di Indonesia menjadi berbeda-beda. Meski sama-sama menggunakan 4G, namun kecepatan internet antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa tidak sama.

“Di Jakarta, kita menikmati 7 MB per second. Tapi, Saudara kita di timur itu 300 KB per second. Sudah begitu biaya pulsanya itu lebih mahal. Waktu kami pertama gabung itu harganya dua kali. Udah lebih lemot harganya dua kali,” jelasnya.

Namun demikian, Rudiantara memastikan pemerintah terus berupaya untuk memeratakan pembangunan TIk di seluruh wilayah di Indonesia. Salah satunya dengan konsep tol langit ‘Palapa Ring’.

Saat ini, pembangunannya telah dilakukan masif di 514 kabupaten/kota. “Namun memang kita masih terus membangun. Karena kita masih jauh spending ICT-nya itu 0,1 persen dari PDB dibandingkan negara Malaysia dan lain-lain,” pungkasnya.