Rubah Di Selatan, Siapa Mereka ?

Empat personil Rubah Di Selatan yaitu Melinda (vokal), Gilang (gitar), Adnan (keyboard), dan Ronnie (perkusi etnik)

MALANG KOTA – Di tengah ramainya arus globalisasi dan kebanggaan hidup dengan gaya kebarat-baratan grup musik Rubah Di Selatan yang beraliran folk asal kota Yogyakarta mampu menampilkan kekayaan dari budaya beserta kultur Indonesia sebagai entitas kontradiktif yang mampu bersaing dengan band yang sudah lama menemani penikmat musik nusantara.

Mereka mengangkat dan mengembangkan sebuah karya musik dengan tema yang lebih mengedepankan budaya Indonesia jaman dulu, Rubah Di Selatan banyak menggunakan alat musik tradisional seperti Saluang (khas Sumatera Barat), Karinding (khas Jawa Barat) dan lain-lain.

Rubah Di Selatan diambil dari sebuah filosofi di Yogyakarta, yang intinya adalah “kemana kita pergi akan tahu kemana kita kembali”. Rubah Di Selatan itu semacam representasi hewan yang ada di mana, sederhana tapi punya karakter yang kuat. Harapannya mereka bisa seperti rubah, diterima di mana-mana. Selatan sendiri mempunyai makna karena masing-masing personel berasal dari daerah Jawa berbeda, dan terbentuk di Yogyakarta daerah selatan tepatnya di Sewon, Bantul.

Empat personil Rubah Di Selatan yaitu Melinda (vokal), Gilang (gitar), Adnan (keyboard), dan Ronnie (perkusi etnik) sampai saat ini terus melakukan penggalian untuk menemukan berbagai cerita dan budaya yang telah mulai sirna.

Beberapa karya fenomenal mereka mengenai budaya Indonesia yang telah diangkat dalam karya musik Rubah Di Selatan adalah bagaimana mereka mengenang tragedi letusan Gunung Merapi dalam “Merapi Tak Pernah Ingkar Janji”.



Dan satunya lagi berjudul “Mata Air Mata” mengisahkan mengenai selokan Mataram, yang kemudian lagu ini dijadikan soundtrack film dokumenter untuk cerita Kanal Yoshiro.

Band yang berdiri sejak 20 Agustus 2015 ini terus konsisten membawakan issue tentang kearifan lokal, petuah zaman dulu, serta nilai-nilai tradisi, dengan budaya masa kini agar pemuda Indonesia sadar terhadap keragaman budayanya, namun juga agar dunia mengenal budaya Indonesia.

Eksistensi penampilan Rubah Di Selatan memang akan selalu ditunggu, bagaimana mereka menggabungkan instrumen etnik dan lirik populer, serta visualisasi yang menggambarkan sisi lokal tradisi Indonesia yang makin mengukuhkan itu sebagai identitas karyanya

Apakah anda ingin menikmati penampilan Rubah Di Selatan ? Sayang apabila dilewatkan di tengah-tengah padatnya aktifitas dengan konsep dan nuansa yang beda ? Tertarik ?

Pewarta : Deka Adrianto U
Foto : rubahdiselatan.com