Ruang Menyusui, seperti Apa sih Idealnya?

Disambut Gembira, Kini Ibu-Ibu Bebas Menyusui di Mana Saja - JPNN.COM
Disambut Gembira, Kini Ibu-Ibu Bebas Menyusui di Mana Saja

MALANG KOTA – Di Kota Malang ada sejumlah ruang publik yang sudah menyediakan ruang menyusui. Seperti di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Bandara Abdulrachman Saleh, Malang Town Square, dan lain-lain. Lalu, apakah ruang menyusui ini sudah layak?

Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang dr Brigitta Ida Resita Vebrianti Corebima SpA(K) MKes menyayangkan masih ada tempat menyusui yang belum bisa membuat nyaman para ibu. ”Padahal, aturan ruang menyusui sudah diatur di dalam UU dan peraturan Kementerian Kesehatan,” ucap Brigitta.

Brigitta mencontohkan, dalam Permenkes tentang Kesehatan Ruang Menyusui Tahun 2013 Pasal 10 dan 11, idealnya ruang menyusui berukuran 3×4 meter serta pintu mudah ditutup dan dikunci. ”Ventilasi dan sirkulasi udara yang cukup serta harus bebas polusi juga,” tambahnya.

Nah, selain perkara pembangunan, ada fasilitas lain yang wajib dimiliki seluruh ruang menyusui. Sekurang-kurangnya, ruangan menyusui harus memiliki peralatan menyimpan ASI. Seperti lemari pendingin untuk menyimpan ASI, gel pendingin (ice pack), dan sterilisasi botol ASI.

Yang tidak kalah penting, kursi-kursi untuk ibu menyusui harus memiliki sandaran. Karena saat menyusui, ibu harus mengatur posisi badan yang nyaman. ”Ruang menyusui yang baik, yang bisa mendukung kebutuhan ibu. Bukan sekadar ’ada’ untuk para ibu,” tambah konselor laktasi ini.

Sementara itu, Miranda, salah satu pengunjung asal Pakis, Kabupaten Malang, mengeluhkan fasilitas tempat menyusui yang dirasa kurang di Alun-Alun Merdeka, Kota Malang. ”Di alun-alun, alat untuk sterilisasi botol saja tidak ada,” ucap Miranda. Untuk diketahui, alat sterilisasi ini cukup diperlukan agar bebas dari kuman.

Padahal, jumlah pengunjung alun-alun, baik pada hari-hari biasa maupun akhir pekan, tetap ramai. Apalagi, di alun-alun, ruang bermainnya cukup besar. Tentu ramai dengan para ibu yang mengasuh bayinya. ”Ruangannya terlalu sederhana dan kursinya bukan kursi untuk rebahan. Jadi badan pegal semua,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agoes Edy Poetranto yang membidangi Alun-Alun Merdeka, tadi malam tidak bisa dikonfirmasi. Telepon koran ini tidak tersambung, pesan singkat juga tidak berbalas. (san/c1/riq)