RSUD Lawang Tingkatkan Performa dan Layanan Pasien , Punya CT Scan Tercanggih di Malang

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lawang baru berusia enam tahun. Namun, RS milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu sudah dilengkapi peralatan canggih. Bahkan, punya computerized tomography (CT) scan 128 slice tercanggih di Malang Raya.

Kecanggihan peralatan itu disampaikan Direktur RSUD Lawang drg Marhendrajaya MM SpKG. ”Semata-mata untuk optimalisasi pembangunan rumah sakit, sekaligus pelayanan kepada masyarakat,” ujar Marhendrajaya.

Dia memaparkan, CT scan merupakan alat medis untuk menggambarkan bagian tubuh tertentu menggunakan bantuan sinar-X khusus. Dibandingkan dengan foto rontgen, CT scan lebih detail penggambarannya.

Selain itu, 2017 ini juga RSUD Lawang bakal mengoperasikan unit hemodialisa (alat cuci darah). Dengan demikian, RSUD sudah bisa melayani pasien gagal ginjal. Selama ini, Marhendrajaya menyatakan, pihaknya selalu merujuk pasien gagal ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA). ”Setiap tahun kami merujuk 96 pasien gagal ginjal ke RSSA Malang. Dengan dioperasikan unit ini, maka sebagian bisa ditangani sendiri,” katanya.

Namun, hemodialisa milik RSUD Lawang belum bisa menangani banyak pasien. Hanya sekitar 18 pasien yang bisa ditangani dalam satu minggu. ”Salah satu peningkatan pelayanan ya ini (hemodialisa). Dari belum ada menjadi ada,” tukasnya.

Pihaknya juga menyiapkan ruang operasi berkonsep terbuka dengan sistem Modular Operating Theater (MOT). Menurut Jaya, sapaan akrab Marhendrajaya, ruang operasi tersebut nantinya benar-benar bebas kuman. Bahkan, area sayat pasien operasi juga lebih steril karena menggunakan purifier atau penyaring.

Saat ini, RSUD Lawang juga dalam pembenahan Instalasi Rawat Darurat (IRD). Program IRD itu menyajikan penampilan dan tata ruang yang lebih fresh dari sebelumnya sehingga diyakini akan makin mendukung pelayanan terhadap pasien.

Untuk daya tampung rawat inap, RS di ujung utara Kabupaten Malang ini memiliki 146 tempat tidur pasien. ”Perkembangan ini tak lain berkat dorongan Pak Bupati (Bupati Malang Rendra Kresna),” imbuhnya.

RS yang berdiri di atas lahan seluas 6.600 meter persegi itu sudah menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sebesar RP 47 miliar di APBD Kabupaten Malang. Padahal, dalam periode ini, pemkab hanya menargetkan Rp 36 miliar per Oktober lalu.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Medik RSUD Lawang dr Nur Rochmah MMrs menambahkan, rumah sakit tersebut sudah berkembang pesat. Tidak hanya soal pelayanan medis, tetapi juga perkembangan lainnya.

Misalnya, pengelolaan sampah RS dan adminstrasi medisnya. ”Kalau untuk pengelolaan sampah, kami sudah dapat SK,” sambungnya. Pemusnahan limbah rumah sakit bahan berbahaya dan beracun (B3) juga sudah dikelola mandiri dan teratur oleh RSUD Lawang. (jaf/c3/dan)