Rp 900 Juta untuk Jembatan Ambles di Pagak

KEPANJEN – Runtuhnya jembatan di Dusun Krajan, Desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Pagak pada Rabu lalu (23/1) akhirnya mendapat perhatian dari dinas pekerjaan umum bina marga (DPUBM). Jembatan yang ambles karena tergerus air sungai itu segera dibangun lagi.

Kepala DPUBM Romdhoni menuturkan, timnya sudah survei dan menyiapkan jalan alternatif selama jembatan ambles. ”Lokasinya tidak terlalu jauh sembari kami programkan untuk (jembatan) penggantinya,” kata Romdhoni.

Untuk pembangunan jembatan dengan fungsi lokal tersebut, Romdhoni menuturkan bahwa dibutuhkan anggaran antara Rp 800 juta sampai Rp 900 juta. ”Karena kan fungsinya lokal, lebarnya kurang lebih 3,5 meter saja sudah cukup karena hanya satu jalur, tidak terlalu besar (anggaran) yang dibutuhkan,” jelas mantan kepala dinas cipta karya tersebut. Meski demikian, Romdhoni mengaku harus menyelesaikan detail engineering design (DED) terlebih dahulu untuk menentukan dari mana sumber anggaran tersebut diambil.

”Kalau sesuai dengan perintah Pak Wabup boleh menggunakan dana darurat, tapi kalau masih memungkinkan bisa kami ambilkan dari dana pemeliharaan jembatan,” ujar Romdhoni. Untuk dana darurat, DPUBM memiliki pundi-pundi anggaran sebesar Rp 5 miliar. Sementara untuk kegiatan pemeliharaan rutin, masing-masing UPT Bina Marga mendapat jatah anggaran sebesar Rp 2,5 miliar.

Robohnya jembatan Dusun Krajan tersebut, masih menurut Romdhoni, disebabkan karena sumbatan ranting yang menyebabkan aliran air sungai tidak terkendali. Supaya tidak terulang kembali, Romdhoni menuturkan bahwa pihaknya harus lebih teliti dalam menyusun konstruksi jembatan tersebut. ”Terutama untuk rekam intensitas banjir tertinggi yang pernah terjadi,” sambung Romdhoni.  



Pewarta               : Farik Fajarwati
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib
Fotografer          : Wisnu