Rp 500 Juta untuk Siram Taman

MALANG KOTA – Musim kemarau tinggal hitungan hari lagi melanda Kota Malang. Praktis, kondisi ini akan membuat pekerja taman bertambah. Selain merapikan tanaman, juga harus menyirami selama tidak ada guyuran air hujan. Sehingga, petugas taman harus rutin menyiram taman di wilayah Kota Malang.

Plt Kepala Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi menyatakan, pihaknya memang sudah menganggarkan khusus untuk kegiatan tersebut. Nominalnya lebih dari Rp 500 juta tahun ini. ”Ini untuk kegiatan perawatan di musim kemarau,” kata pejabat eselon II Pemkot Malang ini.

Menurut dia, anggaran tersebut untuk kegiatan menyiram air dan gaji petugas di lapangan. Namun, anggaran tersebut bukan dipakai membeli air untuk menyiram tanaman. ”Airnya kan gratis, nggak perlu beli,” ucapnya.

Dia menambahkan, anggaran tersebut sebagian besar untuk bahan bakar minyak (BBM) operasional armada. Di mana armada ini untuk mengangkut air ke taman-taman yang bakal disiram. ”Paling banyak ya untuk BBM-nya,” imbuh dia.

Lebih lanjut, pemanfaatan anggaran tersebut didominasi pada musim kemarau pengeluarannya. Karena yang paling tinggi posnya untuk operasional penyiraman tanaman. ”Kalau hujan kan nggak perlu disiram. Paling cuma dirapikan tanamannya saja,” terangnya.



Pewarta : Imam Nasrodin
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Abdul Muntholib