Rp 5 M untuk Olah Sampah TPA Tlekung

TLEKUNG – Tak hanya Kota Malang yang disibukkan dengan berbagai inovasi dalam menangani masalah sampah. Namun, juga Pemkot Batu.

Karena kondisi sampah di satu-satunya tempat pembungan akhir (TPA) milik Pemkot Batu, TPA Tlekung, relatif menggunung. Apalagi, TPA seluas 4,5 hektare ini mendapatkan kiriman sekitar 60–90 ton sampah tiap hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Arief As Siddiq menyampaikan, pihaknya bakal membeli alat pengolah sampah. Di mana alat ini bisa mengubah sampah menjadi energi alternatif, seperti menjadi biogas. ”Selama ini, TPA Tlekung masih terbilang kurang beberapa fasilitasnya,” kata Arief As Siddiq, di Balai Kota Among Tani kemarin.

Menurut dia, pihaknya sudah menganggarkan sekitar Rp 5,1 miliar pada perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun 2019. Anggaran ini untuk jembatan gantung dan mesin pengolah sampah. ”Jembatan gantung ini untuk mengetahui dengan detail berapa sampah yang masuk ke TPA,” ungkap pria yang juga hobi nge-trail ini, kemarin.

Dia menambahkan, pihaknya juga bakal memperluas area TPA di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, tersebut sekitar 2 hektare lagi. Sehingga, jumlah total lahan TPA Tlekung menjadi 6,5 hektare nanti. ”Kami kerja sama dengan Perum Perhutani nanti,” imbuhnya.



Lebih lanjut, rencana tersebut diperkirakan bakal bisa mengurangi volume sampah di TPA Tlekung. Atau minimal bisa mengurangi volume sampah yang masuk hingga 50 persen. ”Rata-rata sampah setiap hari yang masuk kan mencapai 60 ton (90 ton weekend, Red). Paling tidak 50 persen bisa diurai,” terang dia.

Sedangkan, berdasarkan pengamatan Jawa Pos Radar Batu, puluhan pemulung mengambil dan memilah sampah di TPA Tlekung. 

Pewarta : M.Badar Risqullah
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Imam Nasrodin