Rp 3 M untuk Tambah Komputer SMPN

MALANG KOTA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Terutama fasilitas pendidikan berbasis digital.

Yaitu pengadaan komputer baru dan meja-kursi di dua lembaga tersebut. Bahkan, jumlah anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 3,2 miliar. Anggaran ini diajukan disdik pada perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun 2019. Kepala Disdik Kota Malang Zubaidah menyampaikan, pihaknya menilai program tersebut menjadi salah satu prioritas akhir tahun ini.

Karena fasilitas ini sangat dibutuhkan siswa untuk pembelajaran, terutama saat ujian nasional berbasis komputer (UNBK). ”Kami usulkan di PAK tahun ini. Target kami, UNBK tahun depan bisa dua sif,” kata mantan Kadinsos Kota Malang ini di sela-sela kegiatan bersih-bersih area kantor Disdik Kota Malang kemarin.

Seperti diketahui, pada UNBK tahun ini masih ada beberapa SMPN yang harus melaksanakan tiga sif. Salah satu penyebabnya adalah komputer di sekolah yang relatif terbatas.

Bahkan, ada juga sekolah yang harus menggunakan laptop siswa untuk UNBK. Sehingga, kondisi ini menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Malang agar pada UNBK SMPN tahun depan semua kebutuhan komputernya dapat terpenuhi.

Perempuan yang biasa disapa Bu Ida ini menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan hearing beberapa kali dengan komisi D DPRD Kota Malang terkait program ini. Alhasil, pihak parlemen juga mendukung program tersebut. ”Beberapa kali kami bahas dengan dewan, mereka dukung,” imbuhnya.

Menurut dia, program ini khusus jenjang SMPN di Kota Malang. Karena yang paling membutuhkan untuk UNBK adalah jenjang SMP. Perlu diketahui, jumlah SMPN di Kota Malang ada 27 lembaga. ”Kami juga gunakan skala prioritas. Karena program Pemkot Malang kan banyak,” terang mantan sekretaris Disdik Kota Malang ini.

Lalu bagaimana dengan SMP swasta? Ida menyampaikan, pihaknya masih belum bisa memberikan bantuan atau hibah komputer untuk SMP swasta pada PAK tahun ini. Karena prosedurnya harus mengajukan proposal terlebih dahulu jika lembaga swasta. ”Masih belum kalau swasta. Karena harus mengajukan dulu. Waktunya nggak cukup di PAK,” ungkapnya.

Khusus untuk SD, dia melanjutkan, sarana dan prasarana belajar yang diperbaiki adalah meja dan kursinya. Karena dua hal ini merupakan skala prioritas di tingkat SD. Perlu diketahui, jumlah SDN di Kota Malang mencapai 196 lembaga. ”Yang SD untuk meja dan kursi,” ujar mantan kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang ini.

Sementara itu, Sekretaris Disdik Kota Malang Totok Kasianto menyampaikan, pihaknya juga mengimbau agar sekolah juga merawat dengan baik sarana dan prasarana (sarpras) yang dimiliki. Sehingga, sarpras ini tidak mudah rusak. ”Kami sudah minta agar sekolah merawat dengan baik sarprasnya, terutama sarpras yang berhubungan dengan listrik,” imbuh dia.

Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Imam Nasrodin