Rp 21 Juta Uang Palsu Dihargai Rp 5 Juta

KEPANJEN Sepak terjang Sarmin alias Minto, 64, warga asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dalam mengedarkan uang palsu (upal) akhirnya terhenti. Kamis lalu (14/11), dia ditangkap petugas saat mengedarkan upal di SPBU Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen.

Dari tangannya, ada upal senilai Rp 21 juta yang diamankan. Uang itu terdiri dari berbagai pecahan. Pecahan Rp 100 ribu sebanyak 174 lembar, pecahan Rp 50 ribu sebanyak 68 lembar.

Tersangka mengaku sengaja memilih Kabupaten Malang sebagai tujuannya dengan sejumlah alasan. Salah satunya karena sudah ada pemesan yang menghubunginya.

”Cetakannya jelek, jadi saya jual ke Kabupaten Malang, kebetulan juga sudah ada yang memesan,” kata dia. Dari keterangannya, diketahui bila uang tersebut hendak dijual kepada E, salah satu warga Bekasi yang aktif menyuplai upal ke Kabupaten Malang.

Upal senilai Rp 21 juta dihargai dengan Rp 5 juta uang asli. ”Transaksi dilakukan di daerah Jatiasih, Bekasi, dengan ditransfer.

Kemudian tersangka dan E bertemu dan bertransaksi uang palsu itu,” jelas Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo. Tersangka diketahui merupakan residivis dari kasus yang sama. Minto diketahui pernah ditangkap Polres Malang pada 2012 lalu dengan kasus serupa.

Saat itu dia mendapat vonis kurungan penjara selama 3,5 tahun. ”Dari hasil penyelidikan banyak uang palsu dengan nomor seri yang sama,” tambah Tiksnarto.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 36 Ayat 3 jo Pasal 26 Ayat 2 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. ”Tersangka mendapat ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara,” pungkasnya.

Pewarta : Bagus Prakoso
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya