Roro Jonggrang” Ikut Resmikan Kantor OJK

MALANG KOTA – Tarian kontemporer yang disuguhkan para pegawai BRI Cabang Kepanjen itu tampak indah. Gerakannya sesuai dengan iringan irama Jawa. Apalagi di sela-sela tarian, mereka juga membawakan drama musikal berjudul Roro Jonggrang. Aksi ketujuh penari itu dipersembahkan dalam pembukaan kantor baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang kemarin (22/1).

Hadir dalam peresmian itu adalah Wali Kota Malang Sutiaji, Wakil Bupati Malang H M. Sanusi, Kepala OJK Malang Widodo, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Wali Kota Malang Sutiaji mengapresiasi kinerja OJK karena mampu berkolaborasi dalam peningkatan literasi dan inklusi di tiap wilayah. Khususnya Malang Raya. Mulai program laku pandai hingga program yang berhubungan dengan jasa keuangan lainnya.

”Hal ini menunjukkan kebersamaan pemda dengan OJK dan Industri Jasa Keuangan (IJK) mampu memberikan manfaat lebih dan memudahkan,” kata Sutiaji saat peresmian gedung kantor baru OJK Malang, kemarin pagi.

Sebelumnya, masih banyak masyarakat yang tergiur dengan iming-iming investasi tak masuk akal. ”Dengan literasi dan inklusi yang terus dipacu, OJK mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar menghindari dan melaporkan investasi abal-abal tersebut,” sambung dia.



Menurut Sutiaji, ini menunjukkan dampak literasi dan inklusi mampu mengedukasi masyarakat tentang lembaga keuangan fiktif dengan beragam iming-iming. ”Insya Allah literasi Kota Malang juga tinggi. Buktinya sangat sedikit masyarakat yang tertipu iming-iming lembaga abal-abal. Masyarakat makin paham bahwa perbankan dan industri keuangan merupakan lembaga resmi.

Inflasi Kota Malang cukup terkendali, pertumbuhan ekonomi tinggi, kemiskinan menurun, gini ratio berjenjang. Semoga dengan kantor baru ini menjadi motivasi baru, kinerja baru, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini,” tandas Sutiaji.

Kepala OJK Malang Widodo menyebutkan, wilayah kerja OJK Malang menjadi penopang utama di Jawa Timur. Karena jika dilihat, share rata-rata OJK Malang, baik itu total kredit, total aset, dan dana pihak ketiga rata-rata mencapai double digit di angka 12 persen. Kemudian, tingkat literasi wilayah kerja Malang mencapai angka 38,6 persen. Angka tersebut sudah di atas rata-rata nasional.

Selanjutnya, tingkat inklusi di Jawa Timur di angka 73,4 persen juga di atas rata-rata nasional. ”Akhir 2019 target secara nasional 75 persen. Saya yakin target yang telah dicanangkan ini nanti akan bisa dilalui dengan mempertimbangkan rencana bisnis IJK dan itu tidak akan terlalu sulit,” ungkapnya.

Selain itu, OJK terus berupaya untuk memperkenalkan di berbagai pihak. Baik masyarakat, mahasiswa di kampus maupun perkumpulan sekolah. ”Kami akan terus genjot meskipun pencapaian di Jatim sudah bagus. Kami berharap seluruh pemangku kepentingan, di wilayah kerja Malang akan lebih bersinergi dan bekerja sama. Setidaknya kehadiran kami akan memberikan nilai lebih di wilayah kerja OJK Malang,” pungkasnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyambut baik dan mengapresiasi dengan sebesar-besarnya atas kerja sama antara OJK dengan mitra kerja.

”Kami yakin tantangan kita masih banyak, yang mengharuskan kita untuk bekerja lebih banyak. Saya akan sedikit memberikan pancing, yang tentunya ini tak hanya untuk kebaikan Malang tapi juga cocok untuk daerah lain,” ungkapnya.

Wimboh menjelaskan, saat ini pemerintah mencanangkan empat kebijakan besar di bidang ekonomi. Di antara empat kebijakan tersebut, yang pertama adalah masyarakat harus mendorong ekspor. ”Silakan nanti di sini (di Malang) ada komoditas apa. Ada nelayan, komoditas kopi dan lainnya, kami siap untuk memfasilitasi perlu apa, perlu insentif, perlu kredit, atau perlu investasi pasar modal berapa,” papar dia.

Kedua, mengembangkan beberapa barang substitusi impor. Misalnya bensin, bagaimana masyarakat bisa mengolah minyak sendiri supaya tidak banyak impor. ”Kita harus menggiatkan minyak biodiesel B20, supaya tidak semuanya pakai diesel impor,” papar Wimboh.

Ketiga, bagaimana masyarakat bisa mendorong pariwisata. Dengan cara mengekspor sesuatu atau jasa supaya para turis datang membawa dolar. Bahkan kementerian juga sudah mencanangkan untuk kawasan khusus pariwisata agar ada kredit usaha rakyat (KUR) dan insentif tersendiri.

Lalu keempat, dalam mendorong revolusi industri 4.0, Indonesia memiliki jumlah start-up yang cukup banyak. Bagaimana para start-up tersebut bisa dioptimalkan untuk mendukung perekonomian, khususnya Kota Malang.

Menurut Wimboh, keempat kebijakan tersebut semuanya terkait dengan OJK. Karena OJK mempunyai peran penting untuk semua. Oleh karenanya, pihak OJK menyambut baik bagimana akses keuangan daerah menjadi fokus perhatian. Tahun 2017–2018 lalu OJK sedang mendesain bagaimana model percepatan daerah yang lebih cepat. Sementara 2019 ini sudah ditemukan.

”Nantinya akan kami rolling, akan kami lombakan, mana akses keuangan percepatan daerah yang paling baik, paling cepat, paling komprehensif. Nanti mudah-mudahan Malang menjadi salah satu yang mendapatkan award. Sementara untuk aksesnya bukan hanya akses tabungan dan laku pandai, tapi juga akses kredit bagi UMKM yang selama ini tidak di-record sebagai akses keuangan,” tandasnya.

Pewarta               : Binti Faktur
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         :  Mahmudan
Fotografer          : Darmono