Rokok Ilegal Senilai Setengah Miliar Dimusnahkan

MALANG KOTA – Halaman kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Jawa Timur II menjadi saksi pemusnahan barang bukti berupa jutaan batang rokok, Rabu (27/11).

Sebanyak 1.057.444 batang yang berasal dari perusahaan rokok di Malang Raya itu merupakan hasil dari Penindakan dan Penyidikan (P2) oleh Kanwil DJBC Jatim II pada periode Desember 2017 hingga Februari 2019.

Kepala Kanwil DJBC Jatim II Oentarto Wibowo menjelaskan, dari pemusnahan ini pihaknya berhasil menyelamatkan kerugian negara sekitar Rp 500 juta dari pendapatan cukai dan pembayaran pajak negara (PPN). ”Penerimaan negara dari pendapatan cukai yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 400 juta. Sementara untuk penghasilan dari PPN dan pajak rokok sekitar Rp 100 juta,” ujarnya.

Dengan adanya pemusnahan ini, dia berharap ke depannya banyak perusahaan rokok yang taat pada aturan yang berlaku. Sehingga tercipta persaingan sehat antar perusahaan rokok dan menghindarkan perusahaan dari pemutusan hubungan kerja karyawannya dengan alasan menggenjot harga rokok.

”Pemusnahan rokok ilegal ini kami lakukan agar terjadi kondusivitas persaingan antar perusahaan. Takutnya nanti satu perusahaan yang tertib aturan bakal menggenjot harga untuk menyamai yang tidak (taat aturan),” paparnya. ”Yang akan berkonsekuensi (pemutusan hubungan kerja) ke karyawan,” imbuhnya.

Sebagai catatan penting dari hasil penindakan itu, bahwa sekitar 90 persen dari rokok yang berhasil diamankan adalah rokok polos/tanpa pita/tanpa banderol. ”Hal ini menjadi tolok ukur bahwa kepedulian masyarakat, sebagai produsen maupun konsumen, masih rendah,” terangnya. Selain itu, lanjut Wibowo, belum terdapat penurunan yang signifikan terkait peredaran dan konsumsi rokok ilegal, khususnya rokok polos.

Bea Cukai sendiri, sesuai arahan Menteri Keuangan RI, diminta untuk menekan peredaran rokok ilegal lebih dari tiga persen. ”Oleh karena itu, mulai 18 November hingga 14 Desember 2019, kami melakukan Operasi Gempur Rokok Ilegal II 2019,” tutupnya.

Pewarta : Was
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Mardi Sampurno