Robert Rene Albert Nostalgia di Jalanan Kota Malang

Robert Rene Alberts (dua dari kanan) pelatih Indonesia Selection memberikan instruksi kepada para pemainnya saat uji lapangan di di Stadion Maguwoharjo, Sleman, kemarin (10/1). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos

MALANG KOTA – Malang bergemuruh. Riuh. Suasana pesta berlangsung berhari-hari, berminggu-minggu. Delapan tahun berlalu sejak Arema meraih gelar juara Indonesia Super League musim 2009/2010. Robert Rene Alberts, pelatih Arema saat itu memiliki peran penting mengantarkan Singo Edan meraih juara. Kini, Robert telah pergi dan melatih PSM Makassar. Lawan tanding Arema sore ini.

Robert akhirnya kembali ke Bhumi Arema, tak lagi sebagai kawan tapi kini dia berposisi sebagai lawan. Namun, tampaknya dia tetap kangen dengan suasana Kota Malang. Kota yang pernah dia tinggali dan membawa kenangan berharga, yaitu kali pertama membawa klub di Indonesia, kemudian membawanya ke puncak juara.

Datang di Kota Malang, dia menceritakan kenangan-kenangan yang tersisa. Dia mengungkapkan bahwa dirinya sering keliling Kota Malang dengan berjalan kaki dari hotelnya. ”Dulu saya sering berjalan dari Regent’s Park Hotel (hotel tempat dia menginap) ke Toko Oen (toko legendaris di daerah Kayutangan),” terangnya. Dia menceritakan, dirinya menikmati menyusuri jalanan Kota Malang.

Tak hanya itu, sebagai orang Belanda, dia tetap ingin merasakan makanan khas dari negerinya pula. ”Saya sering makan di sana (Toko Oen), masakan-masakan Belanda,” terangnya. Hal-hal itulah yang dia ungkapkan mengenai kesannya terhadap Kota Malang.

Tak hanya itu, dia juga bercanda bahwa di Makassar, tempat dia melatih sekarang, tidak ditemukan masakan-masakan seperti di Malang. ”Mungkin di Makassar susah menemukan menu makanan seperti itu,” ujarnya sembari tertawa.



Pewarta: Gigih Mazda
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Rubiantoi