Rizki Erdiantoro, Ahli Baca Kepribadian lewat Tulisan Tangan

Klaim Satu-satunya di Malang yang Punya Sertifikat dari Amerika

Rizki Erdiantoro bisa dibilang sebagai sosok yang unik dan masih jarang ditemui di Malang. Sebab, dia memiliki kemampuan membaca kepribadian seseorang melalui tulisan tangan dan hasilnya cukup akurat. Selain itu, dia juga punya sertifikat grafologi (membaca tulisan tangan) dari Amerika Serikat.

Sederhana dan bersahaja. Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Rizki Erdiantoro saat ditemui Jumat lalu (8/12). Di rumahnya di Villa Bukit Tidar, Kota Malang, dia tampak menghadap beberapa pekerjaan dan setumpuk kertas. Maklum, beberapa tahun terakhri dia memang mendalami ilmu grafologi, ilmu tentang hubungan antara watak dan tulisan tangan. Ilmu ini mirip psikologi, tetapi lebih mengarah kepada membaca kepribadian seseorang melalui tulisan tangan mereka.

”Sejak 2015 lalu saya mendalami ilmu grafologi,” ungkap pria kelahiran 4 Maret 1989 ini.
Rizki sudah menguasai teknik grafologi. Teknik tertinggi adalah perpaduan dari Jerman dan Prancis atau yang diistilahkan dengan holistik.

Ada 10 aspek yang bisa dibaca dari tulisan seseorang. Yakni, emosi maupun respons, pola pikir, konsep diri (meliputi rasa percaya diri), penempatan tujuan, produktivitas seseorang, ketertarikan akan interaksi sosial, skill komunikasi, minat akan budaya, kecemasan, dan memilih teman.

”Sepuluh aspek tersebut bisa diketahui dari tulisan. Dengan begitu, bisa mengetahui kepribadian seseorang,” tutur alumnus Jurusan Bimbingan Konseling Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Tetapi, tidak semua tulisan bisa dianalisis melalui grafologi. Seperti, tulisan anak di bawah 9 tahun, dan tulisan menyalin seperti mencatat serta mencontoh susunan kata untuk ditulis ulang. Tulisan seperti itu tidak bisa dianalisis dengan ilmu grafologi.

Riski menuturkan, tulisan yang bisa dianalisis harus murni hasil tulisan seseorang yang ingin diketahui kepribadiannya. Meski bisa dituangkan ke dalam kertas apa pun, tapi lebih direkomendasikan untuk menulis di kertas ukuran A4 dengan ketebalan 70 gram. Selain itu, media yang digunakan boleh pensil maupun pena. Tapi lebih disarankan untuk menggunakan pena dengan ukuran medium 0,7.

Seseorang bebas menulis sesuai dengan kreasinya. Tapi jika memang kesulitan dan bingung hendak menulis apa, itu bisa dipancing dengan berbagai pertanyaan. Minimal tulisan yang dituangkan ke dalam kertas A4 sebanyak ¾ halaman. Dari situ akan dianalisis terkait pola dan goresan tulisan, bukan isi tulisan.

”Pensil kurang direkomendasikan, karena bisa tumpul jika digunakan untuk menulis. Selain itu pena, jenis boksi dan gel sebaiknya tidak digunakan, karena bisa memengaruhi pola tulisan,” tegas Rizki.

Pria yang saat ini melanjutkan studi S2 Jurusan Bimbingan Konseling di UM ini menambahkan, keterampilan grafologi juga bisa digunakan di dunia forensik. Misal, dalam mengungkap kasus kematian seseorang yang sempat menuliskan surat wasiat sebelum meninggal. Dengan demikian bisa mengetahui apakah korban meninggal karena bunuh diri atau karena dibunuh maupun kejahatan kriminal lainnya.
pungkasnya.

*Selengkapnya baca Jawa Pos Radar Malang edisi Kamis 14 Desember 2017.

Pewarta: Ashaq Lupito
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Rizki Erdiantoro