Ristekdikti Puji Kreativitas Tim ITN Malang

MALANG KOTA – Upaya Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Nasional (ITN) untuk meningkatkan industri kreatif di Kota Malang, khususnya di Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun mendapat tanggapan positif dari tim monitoring dan evaluasi (Monev) Ristekdikti.

“Memang manfaatnya, warga masyarakat dapat keuntungan dari teman-teman tim ini, ya benar-benar seperti ini yang kita harapkan,” ujar Grace Maranatha, salah satu tim Ristekdikti dari Universitas Nusa Cendana Kupang, NTT yang hadir. Ia senang masyarakat bisa terdongkrak pengetahuan dan pendapatan.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Penguatan Kreatifitas Usaha Kecil Menengah (UKM) Seni Pahat Kayu dan Daur Ulang Limbah Kertas Berbasis Pengawet Alami di Kelurahan Bakalan Krajan Kecamatan Sukun, Malang, Jawa Timur jadi lokasi kemitraan masyarakat ITN. Kampung tematik yang dibangun sejak 2017 ini menjadi wilayah pendampingan dari tim ITN untuk membentuk desain kampung tematik.

Tim ITN terdiri dari Siswi Astuti MPd dan Endah Kusuma S.Si MKes. Keduanya adalah pendamping dari tim kimia ITN yang dibantu Tjitjik Sri Wardhani MPd dari Seni Rupa UM.

Idee kreatif ingin mewujudkan Kampung wisata kreatif di Bakalan Krajan rupanya sejak lama dicanangkan. Tim dari ITN ingin mengembangkan masing-masing RT bisa mempunyai keunikan dan usaha kecil yang berkembang. Usaha berupa tas talikur, layang layang, kesenian jarang kepang, keroncong, daur ulang limbah koran bekas dan seni pahat.



“Kita dampingi dengan memberikan peralatan yang sesuai seperti peralatan ukir, akar tuba yaitu pengawet alami dari daerah Pujon, untuk mematikan serangga rayap di kayu hasil buatan mereka,” ungkap Siswi.

Kini, hasil dari karya mereka berupa rampak barong bisa dijual dengan harga Rp 4 juta. “Ini ekor kuda asli juga, dan ke depan kita ingin membuat topeng yang bisa diaplikasikan dari limbah kertas ajaran dari tim ITN,” sebut Muhammad Ikhwanto, Ketua RW 2 Kelurahan Bakalan Krajan.

Ia mengaku warga lebih semangat membuat karya sejak adanya pelatihan dari tim ITN. “Lebih senang dan semangat,
hasilnya lebih bagus dan dulu monoton sekarang lebih variatif,” bebernya.

Ikhwanto menambahkan, ke depan kreatifitas masyarakat terus berkembang sehingga ketergantungan masyarakat pada satu sektor pekerjaan bisa diminimalisir.

“Pekerjaannya bisa macam-macam. Nggak tergantung jadi buruh pabrik saja,” imbuh dia.

Suko Kurniawan, Lurah Bakalan Krajan juga mengapresiasi karya warganya. “Ya bangga, jadi skill mereka bisa kita munculkan, bisa mengangkat nilai nilai budaya, selain estetika dalam bidang ekonomi salah satu prngembangan kreatifitas, kita bisa mengangkat nama baik kelurahan, masing masing rw punya potensi masing masing,” katanya. lebih lanjut, ia juga senang masyarakatnya bisa menerima hal-hal baru, dan punya karya seni yang tinggi yang bisa dibanggakan.

Pewarta : Elfran Vido
Foto : Elfran Vido
Penyunting: Shuvia Rahma