Risma Ancam Polisikan Pemabuk

JawaPos.com – Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya mendapati 3 remaja yang sedang berkeliaran di sepanjang Jalan Tunjungan, Jumat (4/1) pukul 04.30 WIB. Bahkan mereka kedapatan usai menenggak minuman keras.

Ketiganya adalah Lindri Mustofa, 19, warga Jalan Ketintang Baru, Surabaya; Izzudin Razzaq, 16, siswa SMA Kartika; Ali, 21, warga Sampang. Satpol PP telah memanggil orang tuanya dan memulangkan ketiga remaja itu.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mengetahui adanya laporan itu langsung memberi wejangan kepada ketiganya. Risma meminta mereka tidak mengulang kebiasaan minum miras dan sambil begadang sampai pagi. “Kalau nggak mau berubah tak serahkan polisi. Ngerti ya? Ibumu tambah sedih nanti,” kata Risma di Kantor Satpol PP Surabaya, Sabtu (5/1).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Chandra Oeratmangun menambahkan, pihaknya memberikan pendampingan terhadap ketiganya. Yakni berupa konseling langsung dengan psikolog.

Selain itu, ada juga penanganan dari petugas Dinas Kesehatan berupa pemeriksaan fisik terhadap ketiga remaja. Hasil pemeriksaan menyatakan ketiganya negatif narkoba.

“Kami juga berkoordinasi dengan pihak sekolah. Kami ingatkan untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap Izzudin dan Lindri,” tukas Chandra.

Chandra menuturkan, ketiga remaja bukan menyelenggarakan pesta miras di Jalan Tunjungan. Semalam pukul 22.00 WIB, mereka sedang merayakan ulang tahun salah seorang teman mereka di kawasan Ketintang.

Tak lama, ketiganya melanjutkan kegembiraan sambil nongkrong dan minum miras di sebuah kafe tak jauh dari lokasi saat mereka merayakan ulang tahun rekannya. Puas menenggak miras dan menikmati suasana di kafe, mereka kembali menikmati kegembiraan dengan berswafoto di Jalan Tunjungan.

“Kami mengingatkan bahwa masa depan itu milik mereka sendiri. Nah kalau sudah minum miras, mabuk-mabukan, malah menghancurkan masa depan mereka sendiri,” tuturnya.

Editor      : Sofyan Cahyono
Reporter : Aryo Mahendro